Kakak Beradik Sering Bertengkar, Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan

  • 21 Jun 2026 21:40 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Pertengkaran antar saudara atau sibling rivalry adalah hal yang normal dalam masa pertumbuhan. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, konflik ini bisa merusak hubungan persaudaraan hingga mereka dewasa dan menciptakan suasana rumah yang penuh stres.

dDikutip dari laman BKKBN berikut adalah langkah-langkah bijak yang perlu orang tua lakukan, Ketika suasana rumah mulai memanas karena perebutan mainan atau ejekan:

1. Jangan Langsung Menjadi Hakim
Saat anak-anak bertengkar, kecenderungan orang tua adalah mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Langkah ini justru sering memicu rasa pilih kasih.
  • Yang perlu dilakukan: Pisahkan mereka terlebih dahulu hingga emosinya mereda. Dengarkan penjelasan dari kedua belah pihak secara bergantian tanpa menyela atau langsung menyalahkan salah satunya.
2. Validasi Perasaan Mereka
Anak-anak sering bertengkar karena mereka belum bisa mengekspresikan emosi dengan baik. Mereka merasa frustrasi, cemburu, atau merasa tidak adil.
  • Yang perlu dilakukan: Bantu mereka mengenali emosinya. Katakan seperti, "Ayah tahu kamu kesal karena mainanmu direbut," atau "Ibu paham kamu marah karena kakak tidak mau berbagi." Ketika anak merasa didengar, intensitas kemarahannya akan menurun.
3. Ajarkan Seni Bernegosiasi dan Solusi Bersama
Jangan selalu memberikan solusi instan dari Anda. Biasakan anak-anak untuk mencari jalan keluar mereka sendiri agar kemampuan problem-solving mereka terlatih.
  • Yang perlu dilakukan: Tanyakan kepada mereka, "Sekarang mainannya cuma satu, menurut kalian bagaimana caranya supaya kalian berdua bisa main dengan adil?" Biarkan mereka mengusulkan ide, seperti bermain bergantian menggunakan pengatur waktu (timer).
4. Berikan Perhatian yang Adil, Bukan Sama Rata
Setiap anak memiliki kebutuhan emosional yang berbeda tergantung usia dan kepribadiannya. Bertengkar sering kali menjadi cara anak untuk menarik perhatian orang tua.
  • Yang perlu dilakukan: Luangkan waktu khusus secara terpisah (one-on-one time) dengan masing-masing anak, meskipun hanya 10–15 menit sehari. Berada di dekat anak tanpa kehadiran saudaranya akan membuat tangki cinta mereka penuh, sehingga mengurangi dorongan untuk bersaing.
5. Hindari Membanding-bandingkan Anak
Kalimat seperti, "Kenapa kamu tidak bisa sepenurut kakakmu?" atau "Adikmu saja bisa, masa kamu tidak?" adalah pemicu utama dendam antar saudara.
  • Yang perlu dilakukan: Fokuslah pada kelebihan dan usaha masing-masing anak secara individu. Puji perilaku baik mereka tanpa harus mengaitkannya dengan pencapaian saudaranya.

Kapan Orang Tua Harus Segera Mengintervensi?
Orang tua boleh membiarkan konflik kecil diselesaikan sendiri oleh anak. Namun, Anda harus segera bertindak dan memisahkan mereka jika pertengkaran sudah mengarah pada kekerasan fisik (memukul, mencubit, menendang) atau kekerasan verbal yang kasar (ejekan yang merendahkan harga diri).
Menghadapi anak yang sering bertengkar memang menguras energi dan kesabaran. Namun, dengan pendampingan yang konsisten, pertengkaran ini justru bisa menjadi laboratorium terbaik bagi anak untuk belajar empati, toleransi, dan cara mengelola konflik di masa depan.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....