Sering Diskip, Masalah Gigi Bisa Jadi Penyakit yang Serius

  • 21 Jun 2026 21:40 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:"Sering Diskip, Masalah Gigi Bisa Jadi Penyakit yang Serius" adalah alarm pengingat bagi kita semua yang sering menyepelekan sakit gigi atau gusi berdarah. Banyak orang menganggap masalah di dalam mulut hanyalah urusan lokal yang akan sembuh sendiri dengan obat pereda nyeri toko. Faktanya, mulut adalah gerbang utama tubuh. Ketika infeksi gigi dibiarkan tanpa penanganan medis, bakteri dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu komplikasi fatal pada organ tubuh lainnya.

Dikutip dari Kemenkes RI ini deretan penyakit serius yang mengintai akibat kebiasaan mengabaikan kesehatan gigi dan mulut:
1. Penyakit Jantung (Endokarditis dan Stroke)
Bakteri dari infeksi gusi (periodontitis) atau gigi berlubang yang parah dapat lepas ke dalam pembuluh darah. Bakteri ini bisa menempel pada lapisan dalam jantung dan menyebabkan endokarditis (infeksi katup jantung). Selain itu, bakteri tersebut dapat memicu peradangan yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

2. Komplikasi Diabetes yang Memburuk
Hubungan antara kesehatan gusi dan diabetes berjalan dua arah. Penderita diabetes lebih rentan terkena infeksi gusi. Sebaliknya, infeksi gusi yang parah akan melepaskan zat kimia peradangan ke dalam darah yang membuat tubuh kesulitan memproses insulin. Akibatnya, kadar gula darah menjadi sangat tidak stabil dan memperburuk kondisi diabetes.

3. Infeksi Paru-Paru (Pneumonia)
Ketika mulut penuh dengan bakteri akibat gigi berlubang atau karang gigi yang menumpuk, bakteri tersebut dapat terhirup ke dalam saluran pernapasan. Begitu masuk ke paru-paru, bakteri ini dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut, termasuk pneumonia (paru-paru basah) dan bronkitis, terutama pada lansia atau orang dengan imun rendah.

4. Risiko Lahir Prematur pada Ibu Hamil
Ibu hamil yang mengabaikan infeksi gusi memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi secara prematur dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bakteri mulut yang melepaskan senyawa kimia pemicu peradangan dapat merangsang kontraksi rahim lebih awal dari waktu yang seharusnya.

5. Abses Otak dan Sepsis
Gigi berlubang yang dibiarkan membusuk hingga mencapai saraf (pulpa) akan membentuk kantung nanah (abses) di akar gigi. Jika pembengkakan ini pecah atau infeksinya menyebar ke atas melalui jaringan wajah, bakteri bisa mencapai otak dan menyebabkan abses otak. Dalam kondisi paling ekstrem, bakteri yang membanjiri aliran darah bisa memicu sepsis, yaitu infeksi sistemik menyeluruh yang mengancam nyawa.

Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Anda Abaikan
Segera jadwalkan kunjungan ke dokter gigi jika Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Gusi sering berdarah saat menyikat gigi.
  • Bau mulut kronis (halitosis) yang tidak hilang walau sudah sikat gigi.
  • Gigi terasa goyang tanpa sebab benturan.
  • Nyeri berdenyut yang menjalar hingga ke telinga, pelipis, atau leher.
  • Muncul benjolan seperti bisul kecil di gusi.
Jangan menunggu sampai rasa sakit merusak hari Anda atau memicu penyakit yang lebih parah. Jadikan periksa gigi rutin setiap 6 bulan sekali sebagai investasi kesehatan tubuh secara menyeluruh

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....