Bahaya Kimia pada Pangan

  • 18 Jun 2026 18:59 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Bahaya kimia pada pangan adalah kontaminasi zat kimia berbahaya ke dalam makanan yang dapat memicu keracunan akut hingga penyakit kronis seperti kanker. Berbeda dengan bakteri yang sering kali membuat makanan cepat busuk atau berbau, cemaran kimia umumnya tidak mengubah rasa, aroma, maupun tampilan luar makanan. Hal ini membuat zat kimia berbahaya menjadi ancaman tidak terlihat yang menuntut kewaspadaan ekstra dari konsumen.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan yang tidak aman akibat kontaminasi bakteri, virus, maupun zat kimia menjadi pemicu lebih dari 200 jenis penyakit di dunia.
Sumber dan Jenis Bahaya Kimia pada Makanan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membagi ancaman kimia pada makanan ke dalam tiga kategori utama berdasarkan sumbernya:
1. Penyalahgunaan Bahan Kimia Non-Pangan
Kategori ini merupakan pelanggaran hukum yang paling sering ditemukan di pasar tradisional. Oknum pedagang sengaja menggunakan bahan kimia industri untuk menghemat biaya produksi atau mempercantik produk:
  • Formalin: Bahan pengawet mayat dan disinfektan yang ilegal dipakai untuk mengawetkan tahu, mi basah, dan ikan.
  • Boraks: Pengawet kayu dan bahan pembersih yang disalahgunakan agar bakso, kerupuk, atau lontong bertekstur kenyal.
  • Rhodamin B & Metanil Yellow: Pewarna tekstil dan kertas untuk memberi warna merah dan kuning mencolok pada sirup, kerupuk, maupun jajanan pasar.
2. Cemaran Kimia Lingkungan dan Proses Produksi
Zat kimia berbahaya yang masuk ke dalam rantai makanan secara tidak sengaja selama proses penanaman, pengolahan, atau pengemasan:
  • Residu Pestisida: Bahan kimia pembasmi hama yang masih menempel pada buah dan sayuran segar akibat proses pencucian yang kurang bersih.
  • Logam Berat: Merkuri, timbal, atau arsenik yang menyerap ke produk laut atau pertanian karena air tanah dan laut telah tercemar limbah pabrik.
  • Migrasi Kemasan: Zat kimia beracun dari wadah plastik non-food grade atau tinta koran bekas yang larut dan menempel pada makanan panas.
3. Racun Kimia Alami
Beberapa jenis bahan pangan mentah secara alami sudah memproduksi racun sebagai mekanisme pertahanan diri:
  • Sianida pada singkong racun.
  • Asam jengkolat pada jengkol yang dikonsumsi berlebihan.
  • Tetrodotoksin pada organ dalam ikan buntal.
Dampak Buruk bagi Kesehatan
Paparan bahan kimia berbahaya dalam jangka panjang maupun pendek membawa efek buruk yang fatal bagi tubuh:
  • Efek Jangka Pendek (Akut): Mengonsumsi makanan dengan kadar kimia tinggi dapat langsung memicu mual, muntah darah, diare berlendir, pusing hebat, hingga kejang-kejang.
  • Efek Jangka Panjang (Kronis): Zat kimia yang masuk sedikit demi sedikit akan menumpuk (terakumulasi) di dalam organ. Dampaknya meliputi kerusakan fungsi hati, gagal ginjal, gangguan saraf pusat, hingga memicu kanker (karsinogenik).
Langkah Mudah Melindungi Diri dan Keluarga
Anda bisa meminimalkan risiko paparan racun kimia pada makanan dengan menerapkan prinsip keamanan pangan berikut:
  • Cek KLIK: Selalu lakukan tips Badan POM yaitu cek Kemasan, Label, Izin Idan, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan olahan.
  • Waspadai Warna dan Tekstur: Hindari membeli makanan atau minuman berwarna terlalu mencolok, serta bakso atau mi yang terlalu kenyal dan tidak dihinggapi lalat.
  • Cuci di Air Mengalir: Basuh sayur dan buah secara menyeluruh di bawah air mengalir untuk meluruhkan sisa-sisa residu pestisida.
  • Gunakan Wadah yang Tepat: Jangan pernah menggunakan kantong plastik hitam, wadah styrofoam, atau kertas koran langsung untuk membungkus makanan yang masih panas dan berminyak.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....