Kehamilan Risiko Tinggi: Kenali Kriteria, Tanda Bahaya, dan Penanganannya

  • 18 Jun 2026 18:59 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Kehamilan risiko tinggi adalah kondisi kehamilan yang memiliki potensi komplikasi medis lebih besar, yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan ibu maupun janin. Status "risiko tinggi" bukan berarti sesuatu yang buruk pasti akan terjadi. Status ini menjadi lampu kuning agar ibu mendapatkan pengawasan medis yang lebih ketat dan terpantau dari dokter spesialis kandungan.

Dikutip dari laman BKKBN memahami faktor pemicu dan tanda bahayanya sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal sejak dini.
Kriteria Kehamilan Risiko Tinggi
Kementerian Kesehatan RI meringkas faktor risiko tidak langsung melalui istilah "4 Terlalu" (4T):
  • Terlalu Muda: Hamil di bawah usia 20 tahun, saat organ reproduksi belum matang sempurna.
  • Terlalu Tua: Hamil di atas usia 35 tahun, yang meningkatkan risiko preeklamsia dan kelainan kromosom.
  • Terlalu Dekat: Jarak antara kehamilan sekarang dengan persalinan sebelumnya kurang dari 2 tahun.
  • Terlalu Banyak: Sudah pernah melahirkan 4 kali atau lebih.
Selain faktor 4T, kondisi medis berikut juga otomatis mengategorikan kehamilan ke dalam risiko tinggi:
  • Penyakit Penyerta Ibu: Mengidap diabetes, hipertensi kronis, penyakit jantung, ginjal, atau penyakit autoimun.
  • Kondisi Fisik Ibu: Tinggi badan kurang dari 145 cm atau mengalami obesitas.
  • Masalah Kehamilan Saat Ini: Mengandung bayi kembar, plasenta previa, atau adanya ketidakcocokan rhesus (Rh).
  • Riwayat Medis Masa Lalu: Pernah mengalami keguguran berulang, persalinan prematur, atau melahirkan lewat operasi caesar.
6 Tanda Bahaya yang Harus Segera Diwaspadai
Ibu hamil dengan risiko tinggi maupun normal wajib segera pergi ke fasilitas kesehatan jika merasakan tanda-tanda darurat menurut Ayo Sehat Kemenkes berikut:
  1. Muntah Terus-Menerus: Tidak mau makan hingga tubuh menjadi sangat lemas.
  2. Demam Tinggi: Menjadi gejala awal adanya infeksi dalam tubuh.
  3. Pendarahan Jalan Lahir: Baik berupa bercak maupun darah segar, bisa menjadi tanda keguguran atau masalah plasenta.
  4. Pergerakan Janin Berkurang: Janin bergerak kurang dari biasanya di dalam kandungan.
  5. Bengkak di Tubuh: Pembengkakan pada wajah, tangan, atau kaki yang disertai sakit kepala hebat (gejala preeklamsia).
  6. Air Ketuban Pecah Dini: Keluarnya cairan merembes dari jalan lahir sebelum waktunya persalinan.
Langkah Penanganan dan Pencegahan
Komplikasi kehamilan dapat ditekan seminimal mungkin jika ditangani dengan cepat dan tepat. Terapkan langkah pencegahan berikut:
  • Kontrol Rutin: Lakukan pemeriksaan antenatal (ANC) secara berkala ke dokter spesialis kandungan sesuai jadwal yang disarankan.
  • Konsumsi Suplemen: Minum tablet tambah darah (zat besi) dan asam folat secara teratur untuk mencegah anemia serta cacat janin.
  • Nutrisi Seimbang: Jaga asupan makanan sehat dan kelola berat badan sesuai arahan medis.
  • Hindari "3 Terlambat": Jangan sampai terlambat mengambil keputusan di tingkat keluarga, terlambat sampai ke fasilitas kesehatan karena kendala transportasi, atau terlambat mendapatkan penanganan medis
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....