Puskesmas Way Tuba Sosialisasikan Bahaya Hantavirus
- 21 Mei 2026 20:01 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Way Tuba mensosialisasikan bahaya hantavirus kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut.
PLT Kepala UPT Puskesmas Way Tuba, Sujatmoko, mengatakan hantavirus ditularkan melalui tikus. Penularan berasal dari liur dan kotoran tikus yang terkontaminasi.
“Kami menyampaikan hantavirus disebabkan faktor tikus melalui liur dan kotorannya,” kata Sujatmoko, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan. Warga juga diminta menutup akses masuk tikus ke rumah.
Selain itu, masyarakat diimbau membersihkan area kotor menggunakan alat pelindung diri. Masker dan sarung tangan perlu digunakan saat membersihkan lingkungan berdebu.
Menurutnya, gejala hantavirus biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan. Fase awal umumnya terjadi pada hari ketiga hingga ketujuh.
“Gejala awal berupa demam tinggi mendadak, menggigil, dan sakit kepala hebat,” ujarnya.
Selain itu, penderita dapat mengalami nyeri otot, mual, muntah, dan sakit perut. Kondisi tersebut juga disertai kelelahan ekstrem.
Sujatmoko menjelaskan fase selanjutnya dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Fase tersebut biasanya terjadi pada hari keempat hingga kesepuluh.
Gejala lanjutan ditandai tekanan darah menurun dan muncul perdarahan kecil. Pembengkakan pada kaki dan wajah juga perlu diwaspadai.
Ia meminta masyarakat segera ke rumah sakit bila mengalami gejala berat. Gejala tersebut meliputi sesak napas, urin sedikit, dan bercak darah tanpa sebab.
Sujatmoko menambahkan pilek dan hidung tersumbat bukan gejala khas hantavirus. Sakit tenggorokan dan ruam tertentu juga bukan tanda utama penyakit tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....