Kenapa Anak Sering Menyisakan Makanan

  • 22 Mei 2026 18:52 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan: Anak sering menyisakan makanan umumnya disebabkan oleh rasa kenyang, distraksi (main/gadget), tekstur makanan tidak disukai, porsi terlalu besar, atau rasa makanan yang hambar. Kebiasaan ini juga bisa terjadi karena tumbuh gigi atau keinginan untuk bereksplorasi. Dikutip dari laman Bapanas cara mengatasinya adalah memberikan porsi kecil, menjadwalkan makan, dan menghindari distraksi.

1. Faktor Fisik dan Kenyamanan
  • Sudah Kenyang atau Sedang Tidak Lapar: Ini adalah alasan paling umum. Orang tua sering melebih-lebihkan porsi makan anak, padahal kapasitas perut mereka lebih kecil.
  • Tumbuh Gigi atau Masalah Mulut: Anak yang sedang tumbuh gigi sering merasa tidak nyaman pada gusinya, membuat mengunyah terasa sakit. Sariawan atau radang tenggorokan juga bisa menjadi penyebabnya.
  • Mengantuk atau Lelah: Anak yang kelelahan akan lebih sulit fokus makan dan memilih menyisakan makanannya.
2. Faktor Perilaku dan Psikologis
  • Distraksi (Main/Gadget): Makan sambil menonton video atau bermain sering kali membuat anak lupa mengunyah, sehingga makanan berakhir di mulut saja (diemut) atau disisakan.
  • Proses Belajar dan Eksplorasi: Anak usia balita sering memain-mainkan makanan sebagai bagian dari cara mereka mengenali tekstur dan rasa, bukan sekadar ingin makan.
  • Takut dengan Makanan Baru: Anak-anak cenderung curiga dengan makanan baru (neofobia), sehingga mereka memilih untuk tidak menghabiskannya.
3. Faktor Makanan dan Lingkungan
  • Menu Kurang Bervariasi: Makanan yang rasanya hambar atau teksturnya membosankan (misalnya lembek terus) bisa membuat anak bosan dan memilih untuk mengemut atau menyisakannya.
  • Tekstur Terlalu Keras: Jika anak belum terbiasa dengan tekstur kasar, mereka akan kesulitan menelan.
  • Suasana Makan Tidak Menyenangkan: Tekanan dari orang tua untuk cepat makan atau suasana tegang saat makan dapat menurunkan nafsu makan anak

Tips Mengatasi Anak Menyisakan Makanan

  • Porsi Kecil: Berikan makanan dalam jumlah kecil namun sering, daripada langsung porsi besar yang membuat mereka terintimidasi.
  • Jadwal Rutin: Tetapkan jam makan yang konsisten agar anak tidak terlalu kenyang atau terlalu lapar saat waktunya makan.
  • Hilangkan Distraksi: Matikan TV dan jauhkan gadget saat makan.
  • Libatkan Anak: Ajak anak memilih menu atau membantu proses masak agar mereka lebih bersemangat makan.
  • Variasi Menu: Sajikan makanan dengan warna dan bentuk menarik agar tidak membosankan.

Menyisakan makanan adalah bagian normal dari perkembangan anak, namun tetap perlu dipantau agar kebutuhan nutrisinya tetap tercukupi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....