Kesehatan Perempuan Adalah Hak Bukan Pilihan

  • 20 Apr 2026 08:41 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Kesehatan perempuan sering kali dipandang sebagai isu sekunder atau pilihan gaya hidup, padahal realitanya, akses terhadap kesehatan yang layak adalah hak asasi manusia yang harus dijamin sepanjang siklus hidup perempuan.Dikutip dari laman Kemenkes RI dari masa remaja hingga lanjut usia, setiap perempuan berhak mendapatkan standar pelayanan kesehatan tertinggi demi kualitas hidup yang bermartabat.

Mengapa Kesehatan Perempuan adalah Hak?
Kesehatan perempuan bukan sekadar bebas dari penyakit, melainkan mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh. Berdasarkan data dari kementerian dan lembaga kesehatan:
  • Hak Standar Kesehatan Tertinggi: Perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk menikmati standar kesehatan terbaik, seperti yang ditekankan oleh Halodoc.
  • Hak Reproduksi: Setiap perempuan memiliki hak mutlak untuk mengambil keputusan atas tubuhnya sendiri, termasuk menentukan kapan dan berapa banyak anak yang ingin dimiliki tanpa adanya paksaan atau kekerasan.
  • Perlindungan dari Risiko: Perempuan berhak terlindungi dari risiko kematian selama kehamilan dan persalinan, yang merupakan bagian dari hak atas kemerdekaan dan keamanan pribadi.

Tantangan dan Realita di Lapangan
Meskipun diakui sebagai hak, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan kesehatan berkualitas:
  1. Isu Kesehatan Reproduksi: Tingginya angka kanker serviks, kanker payudara, dan infeksi menular seksual masih menjadi beban berat bagi perempuan di Indonesia.
  2. Kekerasan Berbasis Gender: Diskriminasi dan kekerasan, baik di ranah publik maupun domestik, berdampak langsung pada kesehatan mental dan fisik perempuan.
  3. Keterbatasan Pengambilan Keputusan: Masih banyak perempuan yang belum memiliki otoritas penuh atau keberanian untuk menentukan pilihan medis mereka sendiri.

Memperjuangkan Keadilan Kesehatan
Memperlakukan kesehatan perempuan sebagai hak berarti menuntut adanya sistem yang inklusif. Menurut informasi dari Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), hal ini mencakup pemberian edukasi yang komprehensif serta penyediaan layanan yang bebas dari stigma dan diskriminasi.
Kesehatan perempuan yang terjamin bukan hanya menguntungkan individu, tetapi juga menjadi fondasi bagi generasi masa depan yang lebih berkualitas. Oleh karena itu, sudah saatnya kita berhenti melihat kesehatan perempuan sebagai "pilihan" atau "fasilitas tambahan", melainkan sebagai kewajiban negara dan masyarakat untuk memenuhinya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....