Manisnya Sekejap Dampaknya Seumur Hidup
- 20 Apr 2026 08:21 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Gula sering kali menjadi "teman setia" dalam keseharian kita. Dikutip dari laman Kemenkes RI mulai dari kopi susu kekinian di pagi hari, minuman kemasan saat makan siang, hingga camilan manis sebelum tidur. Rasanya memang memberikan kepuasan instan dan suntikan energi cepat—sebuah kenikmatan yang terasa manis di lidah, namun bisa menjadi pahit bagi kesehatan di masa depan.
Mengapa kita sulit berhenti mengonsumsi yang manis-manis? Saat gula masuk ke tubuh, otak melepaskan dopamin, hormon yang menciptakan rasa senang. Sensasi ini sering disebut sugar rush. Namun, sensasi ini hanya bertahan sebentar. Begitu kadar gula darah turun drastis, tubuh akan merasa lemas dan otak kembali menuntut asupan manis. Siklus inilah yang memicu kecanduan gula yang sulit diputus.
- Diabetes Melitus Tipe 2: Konsumsi gula tinggi menyebabkan resistensi insulin. Jika sudah terdiagnosis diabetes, seseorang harus menjaga pola makan dan bergantung pada obat-obatan seumur hidup.
- Obesitas dan Penyakit Jantung: Gula berlebih yang tidak dibakar menjadi energi akan diubah menjadi lemak perut. Lemak ini meningkatkan risiko peradangan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.
- Penuaan Dini (Glikasi): Secara estetika, gula berlebih dapat merusak kolagen kulit melalui proses glikasi, membuat kulit lebih cepat keriput dan kusam.
- Kerusakan Gigi: Terutama pada anak-anak, sisa gula yang tertinggal menjadi makanan bagi bakteri yang merusak email gigi secara permanen.
Salah satu tantangan terbesar adalah "gula tersembunyi". Banyak produk yang kita anggap sehat—seperti yoghurt rendah lemak, saus tomat, atau sereal sarapan—ternyata mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Selalu periksa label informasi nilai gizi. Nama lain gula seperti sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS), maltodekstrin, atau sukrosa sering kali mengecoh konsumen.
- Pilih pemanis alami dari buah-buahan utuh yang juga mengandung serat.
- Kurangi perlahan: Jika biasanya menggunakan dua sendok gula, mulailah dengan satu sendok.
- Perbanyak air putih: Seringkali tubuh salah mengartikan rasa haus sebagai keinginan untuk makan sesuatu yang manis.
Kenikmatan sepotong donat atau segelas minuman manis memang terasa menyenangkan untuk beberapa menit. Namun, kesehatan tubuh adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditukar dengan kenikmatan sesaat. Mari mulai batasi asupan gula hari ini, demi kualitas hidup yang lebih baik hingga hari tua nanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....