Sudah Imunisasi tapi Tetap Sakit

  • 09 Apr 2026 08:38 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan: Banyak orang tua merasa khawatir atau bingung ketika anak yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap ternyata masih bisa terserang penyakit yang sama. Fenomena ini sering menimbulkan keraguan terhadap efektivitas vaksin, padahal secara medis hal ini merupakan bagian dari mekanisme sistem kekebalan tubuh yang kompleks.

Dikutip dari laman Kemenkes RI berikut adalah beberapa alasan utama mengapa anak yang sudah diimunisasi masih bisa terkena penyakit:

1. Vaksin Tidak Memiliki Efektivitas 100%

Tidak ada vaksin di dunia ini yang menjamin perlindungan mutlak 100%. Setiap vaksin memiliki tingkat efektivitas yang berbeda-beda. Sebagai contoh:

  • Vaksin Campak: Sangat efektif, namun masih ada sebagian kecil anak yang mungkin tidak membentuk antibodi secara sempurna setelah penyuntikan.
  • Vaksin Influenza: Memiliki tingkat efektivitas yang bervariasi setiap tahun (sekitar 10% hingga 60%) karena virus influenza terus bermutasi
2. Gejala yang Jauh Lebih Ringan

Tujuan utama imunisasi bukan hanya mencegah penularan, tetapi mencegah komplikasi berat dan kematian. Jika anak yang sudah divaksin tetap tertular:

  • Gejala yang muncul biasanya jauh lebih ringan (misalnya demam tidak terlalu tinggi atau ruam lebih sedikit).
  • Proses pemulihan cenderung lebih cepat dibandingkan anak yang tidak pernah divaksin.
  • Menghindari risiko fatal seperti radang otak atau pneumonia akibat virus.
3. Waktu Pembentukan Kekebalan
Tubuh manusia membutuhkan waktu untuk mengenali "pelatih" (antigen) dalam vaksin dan membangun pasukan pelindung (antibodi).
  • Jeda Waktu: Antibodi biasanya baru terbentuk sempurna beberapa minggu setelah vaksinasi dilakukan.
  • Jika anak terpapar virus sesaat sebelum atau segera setelah vaksinasi, tubuhnya belum siap melawan secara maksimal sehingga ia tetap bisa jatuh sakit.
4. Faktor Kualitas dan Kondisi Anak
Beberapa faktor eksternal dan internal juga memengaruhi keberhasilan imunisasi:
  • Kualitas Vaksin: Vaksin yang tidak disimpan dalam suhu dingin yang stabil (cold chain) dapat mengalami kerusakan dan kehilangan kekuatannya.
  • Kondisi Medis Anak: Usia, status gizi, atau adanya gangguan sistem imun bawaan pada anak dapat membuat respons tubuh terhadap vaksin tidak sekuat anak lainnya.

5. Strain Virus yang Berbeda

Terkadang, virus yang menyerang anak memiliki jenis (strain) atau varian yang sedikit berbeda dengan yang terkandung dalam vaksin. Hal ini menyebabkan pasukan antibodi anak tidak mengenali sepenuhnya musuh yang masuk, sehingga infeksi tetap terjadi.

Imunisasi tetap menjadi cara terbaik untuk melindungi anak. Meski masih ada kemungkinan kecil untuk sakit, anak yang sudah diimunisasi memiliki "perisai" yang kuat untuk mencegah penyakit tersebut menjadi berbahaya atau mematikan.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....