Awas Pangan Menarik Belum Tentu Aman
- 13 Mar 2026 17:44 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID:Way Kanan:Siapa yang tidak tergiur melihat jajanan dengan warna-warni mencolok, tekstur yang sangat kenyal, atau aroma yang begitu tajam menggugah selera? Di era media sosial, tampilan pangan yang "Instagrammable" sering kali menjadi daya tarik utama. Namun,dikutip dari laman BPOM tahukah Anda bahwa di balik kemasan dan rupa yang cantik, bisa jadi tersimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan?
1. Jebakan Warna Mencolok
Warna yang sangat terang dan berpendar (neon) pada makanan seperti kerupuk, gulali, atau minuman sirup sering kali berasal dari pewarna tekstil seperti Rhodamin B (merah) atau Metanil Yellow (kuning). Pewarna non-pangan ini bersifat karsinogenik yang dapat memicu kerusakan hati hingga kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
2. Tekstur yang Terlalu "Sempurna"
Bakso yang sangat kenyal dan memantul saat dilempar, atau mie basah yang tidak basi meski disimpan berhari-hari di suhu ruang, patut dicurigai. Penggunaan Boraks dan Formalin masih sering ditemukan pada pangan jenis ini. Bahan kimia tersebut sebenarnya diperuntukkan sebagai pengawet kayu atau mayat, bukan untuk masuk ke dalam tubuh manusia.
3. Aroma yang Menutupi Kebusukan
Terkadang, pangan olahan menggunakan bumbu penyedap (MSG) atau pemanis buatan yang berlebihan untuk menutupi bahan baku yang sebenarnya sudah tidak segar atau hampir busuk. Rasa gurih yang ekstrem bisa membuat lidah kita terkecoh dari kualitas asli bahan pangan tersebut.
4. Bahaya Tersembunyi: Bahaya Kimia dan Mikrobiologi
Berdasarkan data BPOM, pangan yang tidak aman tidak hanya disebabkan oleh bahan tambahan berbahaya, tetapi juga kontaminasi:
- Cemaran Logam: Dari alat masak yang tidak standar.
- Cemaran Mikroba: Dari proses pengolahan yang tidak higienis meski tampilannya terlihat bersih.
Cara Menjadi Konsumen Cerdas (Cek KLIK)
Sebelum membeli atau mengonsumsi pangan yang menarik hati, selalu ingat rumus KLIK:
- K (Kemasan): Pastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak bocor, atau berkarat.
- L (Label): Baca informasi pada label dengan teliti (komposisi dan produsen).
- I (Izin Edar): Pastikan memiliki nomor izin edar (P-IRT, MD, atau ML) dari BPOM atau Dinas Kesehatan.
- K (Kedaluwarsa): Jangan pernah mengonsumsi pangan yang sudah melewati batas tanggal kedaluwarsa.
Jangan biarkan mata menipu perut Anda. Pangan yang aman adalah pondasi kesehatan jangka panjang. Mari lebih selektif dalam memilih apa yang masuk ke tubuh kita, karena sehat itu mahal harganya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....