Bersama Perangi Stunting
- 27 Jan 2026 21:26 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan: Stunting adalah masalah gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, dampaknya merusak perkembangan otak, fisik, dan kognitif, mengancam masa depan bangsa, serta meningkatkan risiko penyakit kronis, maka "Bersama Perangi Stunting" membutuhkan kolaborasi lintas sektor (pemerintah, swasta, masyarakat) dengan fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui intervensi gizi spesifik (ibu hamil & anak) dan sensitif (sanitasi, ketahanan pangan, pendidikan), dimulai dari rumah dengan nutrisi seimbang, kebersihan, dan pemeriksaan rutin, agar terwujud generasi sehat cerdas Indonesia maju.
Dikutip dari laman Kemenkes RI Mengapa Stunting Berbahaya?
- Gangguan Kognitif: Merusak perkembangan otak, menurunkan kecerdasan, dan kemampuan belajar.
- Fisik & Kesehatan: Pertumbuhan terhambat, daya tahan tubuh lemah, risiko penyakit jantung & obesitas saat dewasa.
- Masa Depan Bangsa: Menurunkan produktivitas dan potensi sumber daya manusia.
- 1000 HPK: Periode emas (dari konsepsi hingga anak usia 2 tahun) penentu kualitas hidup anak.
- Ibu Hamil: Nutrisi cukup sebelum dan saat hamil sangat penting.
- Bayi: ASI Eksklusif hingga 6 bulan.
- Balita: Makanan bergizi seimbang, termasuk protein hewani atau nabati terjangkau.
- Pemerintah: Memfasilitasi akses pangan bergizi, air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan.
- Keluarga: Memenuhi gizi anak, menjaga kebersihan, menerapkan pola asuh benar, rutin ke posyandu, dan imunisasi lengkap.
- Masyarakat: Peduli, edukasi lingkungan, dukungan sosial, dan partisipasi aktif.
- Perguruan Tinggi & Swasta: Dukungan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
- Edukasi: Pahami stunting dan pencegahannya, ajarkan ke orang lain.
- Gizi Seimbang: Sediakan pangan bergizi meski terbatas, manfaatkan pangan lokal.
- Kebersihan: Jaga kebersihan diri dan lingkungan (PHBS).
- Deteksi Dini: Manfaatkan Posyandu untuk pantau tumbuh kembang anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....