Alergi Obat: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

  • 28 Nov 2024 20:28 WIB
  •  Waykanan

KBRN, Way Kanan: Alergi obat adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap obat tertentu, yang salah mengidentifikasi obat sebagai ancaman bagi tubuh. Reaksi ini dapat terjadi pada obat kimia maupun herbal, memicu tubuh untuk membuat antibodi yang menyerang obat tersebut. Meskipun jarang terjadi, alergi obat bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Gejala alergi obat umumnya muncul beberapa jam setelah pemakaian, namun bisa juga timbul bertahap. Gejala yang sering dialami antara lain ruam, gatal, demam, dan pembengkakan. Dalam kasus yang lebih serius, gejala seperti sesak napas, pusing, atau hilang kesadaran bisa terjadi, bahkan bisa menyebabkan reaksi anafilaksis yang mengancam nyawa.

Obat yang sering menyebabkan alergi termasuk antibiotik, aspirin, obat anti radang, dan insulin. Faktor risiko alergi obat meliputi peningkatan paparan obat, riwayat alergi dalam keluarga, serta adanya penyakit tertentu seperti HIV.

Jika gejala alergi obat muncul, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Tes alergi dapat dilakukan melalui layanan Halodoc, yang menyediakan fasilitas tes panel alergi di rumah, memungkinkan identifikasi pemicu alergi tanpa perlu ke rumah sakit.

Pengobatan alergi obat tergantung pada tingkat keparahan reaksi. Untuk reaksi ringan, dokter mungkin akan meresepkan antihistamin atau kortikosteroid untuk mengurangi gejala. Namun, untuk reaksi berat, penggantian obat atau pengobatan lebih lanjut mungkin diperlukan. Pencegahan terbaik adalah dengan menginformasikan dokter mengenai riwayat alergi obat dan mengenakan identitas medis yang sesuai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....