Cerdas dan Waspada: Langkah Nyata Mencegah Keracunan Pangan di Rumah
- 28 Sep 2026 19:55 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Keracunan pangan merupakan masalah kesehatan yang sering kali dianggap remeh, padahal dampaknya bisa sangat fatal. Penyakit ini terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri berbahaya, virus, parasit, atau racun kimia. Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari kram perut, mual, muntah, diare, hingga dehidrasi berat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Dikutip dari laman Badan Pangan Nasional Sebagian besar kasus keracunan pangan sebenarnya bersumber dari kesalahan cara pengolahan dan penyimpanan makanan di dapur kita sendiri. Oleh karena itu, menerapkan prinsip keamanan pangan yang baik adalah kunci utama untuk melindungi keluarga.
4 Pilar Utama Pencegahan Keracunan Pangan
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama lembaga kesehatan dunia secara konsisten mengampanyekan empat langkah sederhana namun krusial di dapur untuk mencegah kontaminasi bakteri:
1. Bersihkan (Clean)
Bakteri dapat menyebar dengan sangat cepat di seluruh area dapur melalui tangan, peralatan masak, dan lap kain.
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum dan setelah memegang makanan, terutama setelah menyentuh daging mentah.
- Cuci bersih semua peralatan masak, talenan, dan permukaan meja dapur setelah digunakan.
- Bilas buah dan sayur segar dengan air mengalir sebelum dikupas atau dipotong.
2. Pisahkan (Separate)
Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri dari satu makanan berpindah ke makanan lainnya. Ini sering terjadi pada daging, unggas, dan hidangan laut mentah.
- Gunakan talenan dan pisau yang berbeda untuk memotong daging mentah dan bahan makanan siap santap (seperti sayuran salad atau buah).
- Saat berbelanja di pasar atau menyimpan makanan di kulkas, pisahkan daging mentah dari makanan lainnya agar cairan daging tidak menetes dan mencemari makanan lain.
3. Masak hingga Matang (Cook)
Makanan dinyatakan aman dikonsumsi hanya jika telah dimasak dengan suhu internal yang cukup tinggi untuk membunuh kuman penyebab penyakit.
- Pastikan daging sapi, ayam, dan ikan dimasak hingga benar-benar matang (tidak ada bagian yang masih berwarna merah muda atau berdarah).
- Saat memanaskan makanan sisa, pastikan makanan tersebut dipanaskan hingga mendidih atau mengeluarkan uap panas secara merata.
4. Dinginkan (Chill)
Bakteri pembusuk dapat tumbuh subur dan berlipat ganda dalam hitungan menit jika makanan dibiarkan di "Zona Bahaya", yaitu pada suhu antara 4°C hingga 60°C.
- Jangan biarkan makanan matang berada di suhu ruangan lebih dari 2 jam (atau 1 jam jika suhu ruangan di atas 32°C).
- Segera masukkan makanan sisa ke dalam lemari es (kulkas) dengan suhu di bawah 4°C untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.
Mengenal Tanda Bahaya: Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar keracunan pangan ringan dapat sembuh dengan sendirinya melalui istirahat yang cukup dan hidrasi (minum air putih atau oralit yang banyak). Namun, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala darurat berikut:
- Diare parah yang berlangsung lebih dari 3 hari.
- Demam tinggi (suhu tubuh di atas 38,5°C).
- Sering muntah hingga tidak ada cairan yang bisa masuk ke dalam tubuh.
- Tanda-tanda dehidrasi berat, seperti buang air kecil sangat sedikit atau tidak sama sekali, mulut sangat kering, dan pusing hebat saat berdiri.
- Adanya darah pada muntahan atau tinja.
Mencegah keracunan pangan dimulai dari kedisiplinan kita dalam menjaga kebersihan dan higienitas di dapur. Dengan menerapkan empat pilar keamanan pangan—bersihkan, pisahkan, masak, dan dinginkan—kita tidak hanya menyajikan hidangan yang lezat, tetapi juga memastikan setiap suapan makanan aman dan menyehatkan bagi seluruh anggota keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....