Langkah-Langkah Pemulasaraan Jenasah
- 22 Sep 2026 04:05 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan- Pemulasaraan jenazah hukumnya fardhu kifayah dengan tujuan menjaga kehormatan muslim di akhir hayat. Pemulasaraan jenazah meliputi penanganan awal, memandikan, mengafani, menshalati dan menguburkan.
Makna penting pemulasaraan jenazah tidak hanya urusan teknis, tetapi juga bentuk pelayanan keagamaan dan menjadi penguat serta penenang bagi keluarga yang ditinggalkan.
Mengutip unggahan media sosial Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag RI, berikut tahapan yang harus dilakukan saat ada orang wafat disekitar kita;
- Penanganan pertama setelah wafat
Memejamkan mata jenazah seraya mendoakan, mengikat rahang atau dagu agar mulut tidak terbuka, melepaskan pakaian dengan hati-hati dan menutup tubuh dengan kain panjang, melepaskan perhiasan, jam atau gigi palsu jika memungkinkan, meluruskan persendian, tangan dan kaki secara rapi. Prinsip ini untuk menjaga aurat, menjaga kehormatan jenazah, dilakukan dengan lembut penuh penghormatan.
- Proses memandikan jenazah
Jenazah laki-laki dimandikan oleh laki-laki dan jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan kecuali suami/istri atau mahram dekat.
| Baca juga: Kategori Sampah |
Jenazah dimandikan ditempat tertutup dari pandangan umum, memiliki saluran air yang memadai, menjaga kebersihan dan mencegah risiko lingkungan.
Tata cara memandikan jenazah;
a. Posisi kepala agak ditinggikan
b. Perut ditekan perlahan, lalu dibersihkan
c. Menggunakan air bersih, sabun atau air bidara
d. Dimulai dari anggota wudhu dan bagian kanan tubuh
e. Bilasan akhir dapat memakai kapur barus
f. Diakhir proses, jenazah diwudhukan
- Proses mengafani jenazah
Menggunakan kain putih bersih, laki-laki 3 kain kafan dan perempuan 5 lapis. Tali pengikat diletakkan lebih dulu dibawah kain kafan, titik ikatan terdapat di kepala, bahu, dada/perut, lutut dan kaki.
Kain kafan dan anggota sujud diberi wewangian no alkohol, kapas bersih diletakkan dibagian tubuh yang berlubang, kain dibalut selapis demi selapis dengan rapi, ikatan dibuat disisi kiri agar mudah dilepas dikubur.
- Menshalati jenazah
Salat jenazah dilakukan tanpa ruku' dan sujud, dilaksanakan berdiri penuh dan empat kali takbir. Takbir 1 membaca Al Fatihah, takbir 2 salawat nabi, takbir 3 doa untuk jenazah dan takbir 4 doa bagi jenazah dan keluarga lalu salam.
Apabila jenazah laki-laki maka posisi imam sejajar kepala, jenazah perempuan posisi imam sejajar perut/pinggang. Kepala jenazah disebelah kanan imam.
- Menguburkan jenazah
Kedalaman liang lahat dianjurkan setinggi dada orang dewasa, dibuat aman dari bau dan gangguan binatang. Jenazah dimasukkan perlahan dari bagian kepala, dimiringkan ke kanan menghadap kiblat.
Sebelum ditutup tali kafan dilepaskan, kain bagian pipi dibuka sedikit, posisi kepala disangga agar tidak berubah, kemudian liang ditutup dan dirapihkan, diberi tanda sederhana, diakhiri dengan doa diatas kubur.
Pada unggahan tersebut juga dijelaskan terkadang keluarga panik dan belum memahami tata cara dasar pemulasaraan jenazah. Masih ada mitos atau tradisi yang menghambat kemudahan syariat, fasilitas pemandian dan kain kafan belum selalu tersedia memadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....