Iradiasi Siasati Kerugian Pangan Nasional
- 27 Agt 2026 17:07 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Teknologi iradiasi dikaji menjadi solusi menekan food loss. Kerugian ekonomi akibat kehilangan pangan diperkirakan mencapai ratusan triliun.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut angka ini bisa terus membengkak tanpa penanganan. Data Bappenas pada 2021 mencatat kerugian antara Rp213 hingga Rp551 triliun per tahun.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri, menegaskan iradiasi mampu memperpanjang umur simpan pangan. "Kita bisa kurangi food loss dengan memperpanjang umur simpan produk melalui iradiasi," ujarnya.
Syaiful memaparkan produk seperti rendang mampu bertahan 12 hingga 18 bulan. Teknologi ini dianggap mereduksi pembusukan di tahap distribusi.
Langkah ini didukung penuh oleh program BRIN, di antaranya Program RADIANA (Radiasi Aman Pangan Nasional), pendirian Pusat Kolaborasi Riset Industri Iradiasi Pangan Nasional, hingga edukasi publik mengenai literasi teknologi iradiasi. Dengan pengawetan yang optimal, produk pangan Indonesia diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi menembus pasar ekspor dengan kualitas yang lebih terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....