BRIN Miliki 2.000 Isolat Jamur Endofit, Dorong Kemandirian Obat Nasional
- 01 Agt 2026 08:06 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – BRIN mengoleksi lebih dari 2.000 isolat jamur endofit yang dikumpulkan dari berbagai tanaman di seluruh Indonesia. Koleksi ini menjadi modal besar dalam upaya pengembangan obat berbasis bahan alam dan kemandirian farmasi nasional.
Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Agus Budiawan Naro Putra, menyatakan bahwa tim risetnya terus mengeksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber bahan baku obat. “Dari eksplorasi hingga pengujian, setiap tahap penelitian memainkan peran penting dalam mengungkap potensi senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam dunia kesehatan,” ujarnya.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan kanker menyebabkan sekitar 9,6 juta kematian setiap tahun. Di Indonesia, kanker payudara menjadi jenis yang paling banyak diderita wanita (30,1 persen), disusul kanker serviks uteri (16,8 persen) dan ovarium (6,9 persen). Pada pria, kanker paru (15,4 persen), kolorektal (11,6 persen), dan hati (9,7 persen) menjadi yang paling umum.
Pemanfaatan jamur endofit membuka peluang besar bagi pengembangan obat berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan. Keunggulannya antara lain hanya membutuhkan sedikit bagian tanaman dalam proses isolasi serta mampu memproduksi senyawa target dalam waktu lebih singkat.
Riset ini sejalan dengan komitmen pemerintah mendorong pengembangan obat berbasis bahan alam untuk mendukung kemandirian farmasi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....