Riset BRIN Dorong Kemandirian Pakan Akuakultur

  • 31 Jul 2026 13:00 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka peluang pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan baku pakan ikan. Melalui pengembangan pakan berbasis biji kecipir, BRIN berupaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor untuk sektor akuakultur.

Selama ini industri akuakultur masih bergantung pada bungkil kedelai impor sebagai bahan utama penyusun pakan ikan. Ketergantungan tersebut membuat biaya produksi meningkat ketika harga bahan baku mengalami kenaikan di pasar internasional.

Melihat kondisi tersebut, BRIN mengembangkan formulasi pakan berbasis biji kecipir yang dipadukan dengan enzim khusus. Hasil penelitian menunjukkan formulasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi pakan, menghasilkan pertumbuhan ikan yang optimal, serta meningkatkan daya cerna protein hingga 70 persen.

Pemanfaatan kecipir juga dinilai memiliki keunggulan karena tanaman tersebut mudah tumbuh di Indonesia, memiliki kandungan protein yang tinggi, serta kaya asam amino esensial yang dibutuhkan dalam pertumbuhan ikan.

Pengembangan bahan baku lokal ini diharapkan mampu menekan biaya budidaya ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kemandirian industri perikanan nasional.

Periset Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Deisi Heptarina, menilai pemanfaatan kecipir memiliki manfaat yang lebih luas bagi sektor perikanan.

"Ke depan, melalui riset yang lebih mendalam, kecipir diharapkan dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan marginal," kata Deisi Heptarina.

Menurutnya, langkah tersebut dapat memperluas pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan baku pakan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....