BRIN: Suara Paling Vokal Belum Tentu Membawa Kebenaran
- 29 Mei 2026 20:07 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan fenomena spiral of silence atau spiral keheningan yang kerap terjadi di masyarakat. Kondisi ini membuat kebenaran sulit terdengar karena banyak orang memilih diam daripada berbeda pendapat.
Teori spiral of silence menjelaskan kecenderungan individu untuk memilih diam ketika merasa opininya berbeda dari mayoritas karena takut dikucilkan atau fear of isolation. Individu terus memantau iklim opini di sekitarnya.
Periset Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Munadhil Abdul Muqsith, menyatakan bahwa teori ini berkaitan erat dengan penyebaran misinformasi di media sosial. “Ketika iklim opini dibentuk oleh suara yang paling viral, bukan oleh fakta, misinformasi menciptakan ilusi konsensus,” ujarnya.
Orang yang tahu kebenarannya pun ragu bersuara karena risiko perundungan daring. Akibatnya, spiral keheningan menguat dan misinformasi makin sulit diluruskan.
Contoh spiral of silence dalam kehidupan sehari-hari terjadi saat rapat atau di grup keluarga. Di Indonesia, tekanan dan intimidasi, termasuk terhadap jurnalis, membuat orang semakin berhati-hati dan memilih diam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....