Stop Buang Minyak Bekas Pakai Kesaluran Air
- 22 Mei 2026 18:45 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan:Minyak goreng bekas atau yang sering disebut minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang umum dihasilkan. Seringkali, karena ingin praktis, banyak orang langsung menuangkannya ke wastafel atau selokan. Padahal, tindakan ini memiliki dampak buruk yang serius bagi lingkungan, infrastruktur, dan kesehatan masyarakat.
Dikutip dari laman Badan POM berikut adalah alasan mengapa minyak bekas pakai sebaiknya tidak dibuang ke saluran air, beserta solusi pengelolaannya yang lebih aman.
Mengapa Membuang Minyak ke Saluran Air Berbahaya?
- Menyumbat Saluran Pipa dan Drainase
Minyak yang dibuang ke wastafel akan mendingin dan membeku. Ketika bercampur dengan sisa makanan, minyak ini akan menempel pada dinding pipa, mengeras, dan menyebabkan penyumbatan serius. Ini sering menjadi penyebab saluran got mampet yang memicu genangan air hingga banjir di area pemukiman. - Mencemari Sumber Air dan Tanah
Minyak jelantah tidak dapat larut dalam air. Saat masuk ke selokan, minyak akan membentuk lapisan di permukaan air, menghalangi oksigen masuk, dan merusak ekosistem perairan. Satu liter minyak jelantah saja dapat mencemari hingga satu juta liter air bersih. - Mengundang Hama dan Bau Tidak Sedap
Sisa minyak goreng memiliki kandungan organik yang dapat mengundang serangga, tikus, dan kecoa ke area pembuangan. Hal ini menciptakan lingkungan yang tidak higienis dan berbau menyengat. - Merusak Tanah dan Kesuburan
Jika minyak dibuang ke tanah, ia akan menutup pori-pori tanah, membuatnya menjadi kedap air dan udara. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan merusak kesuburan tanah.
Cara Mengelola Minyak Bekas yang Benar (Eco-Friendly)
Daripada mencemari lingkungan, ubah kebiasaan dengan langkah-langkah berikut:
- Dinginkan dan Saring: Biarkan minyak jelantah benar-benar dingin, lalu saring sisa-sisa makanan agar minyak lebih bersih.
- Wadahi dalam Botol: Tuang minyak yang sudah dingin ke dalam botol plastik bekas atau jerigen yang tertutup rapat.
- Setorkan ke Bank Sampah atau Pengelola: Saat ini, banyak komunitas atau bank sampah yang menerima minyak jelantah untuk diolah menjadi bahan bakar biodiesel, sabun, atau lilin. Mengumpulkan minyak jelantah juga bisa bernilai ekonomis.
- Bekukan (Opsional): Jika minyak hanya sedikit, bekukan di kulkas dalam cangkir, lalu buang ke tempat sampah kering.
Minyak jelantah bukan sekadar sampah, melainkan limbah yang bernilai tinggi jika dikelola dengan benar. Dengan tidak membuangnya ke saluran air, kita telah berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan, mencegah banjir, dan menyelamatkan ekosistem air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....