Ikan Sapu Sapu Layak atau Tidak Dikonsumsi

  • 22 Mei 2026 18:49 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Dikutip dari laman BadanPomIkan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) secara umum tidak layak dikonsumsi karena berisiko tinggi mengandung logam berat (merkuri, timbal, arsen, kadmium) akibat habitatnya di sungai tercemar. Meskipun secara teoretis bernutrisi, akumulasi racun dan bakteri dari limbah membuat ikan ini berbahaya bagi kesehatan, menyebabkan gangguan saraf hingga kerusakan organ.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Berbahaya Dikonsumsi?
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang mampu bertahan hidup di lingkungan ekstrem dan kotor. Berikut adalah alasan utama mengapa konsumsinya berisiko:
  • Akumulasi Logam Berat: Ikan ini hidup di dasar sungai, menjadikannya pemakan segala termasuk limbah. Tubuh mereka sering kali mengandung kadar merkuri, timbal, arsen, dan kadmium yang melebihi batas aman.
  • Bahaya Kesehatan Jangka Panjang: Racun logam berat yang menumpuk di tubuh manusia dapat menyebabkan kerusakan ginjal, paru-paru, penyakit saraf, hingga risiko kanker.
  • Kontaminasi Bakteri: Hidup di air kotor membuat ikan ini berisiko membawa bakteri seperti E. coli dan parasit, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan infeksi.
  • Sulit Dihilangkan: Tidak ada cara memasak tertentu yang benar-benar bisa menghilangkan racun logam berat dalam daging ikan sapu-sapu.
Faktanya: Apakah Pernah Ada yang Memakannya?
Secara teori, daging ikan sapu-sapu yang diambil dari air bersih (jarang terjadi di sungai tercemar kota) memiliki kandungan protein yang baik. Namun, pakar lingkungan sangat menekankan ketidaklayakan konsumsi karena sulit menjamin keamanan ikan dari perairan terkontaminasi.

Pemerintah sering mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan ini dan lebih baik memanfaatkannya sebagai bahan pupuk organik atau biogas.

Berdasarkan risiko kesehatan yang serius, ikan sapu-sapu sangat tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi, terutama yang ditangkap dari sungai-sungai perkotaan atau perairan yang tercemar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....