Kulit Bawang Jadi Membran Antibakteri, Solusi Lawan Resistensi Antibiotik

  • 26 Apr 2026 12:09 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Limbah kulit bawang yang biasa dibuang ternyata dapat diolah menjadi membran antibakteri. BRIN mengembangkan serat nano selulosa (CNF) dari limbah agroindustri kulit bawang untuk mengatasi ancaman resistensi antibiotik.

Lebih dari 4,95 juta kematian di dunia pada 2019 disebabkan oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Inovasi ini menawarkan solusi baru yang lebih aman dan efektif melalui membran berbasis bahan alam.

Dosen Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia BRIN, Bidhari Pidhatika, menjelaskan bahwa riset ini melibatkan kolaborasi dengan periset dari India dan Australia. “Kami mengangkat limbah agroindustri menjadi salah satu komponen penting dalam membran antibakteri modern. Riset ini menunjukkan bahwa limbah lokal dapat menjadi solusi global dengan sentuhan teknologi lintas negara,” tulisnya dalam unggahan instagram BRIN.

Membran ini menggabungkan PVA (polimer biokompatibel), asam borat (antibakteri alami), CNF dari kulit bawang, serta lapisan plasma dari octadiene dan oxazoline. Lapisan plasma berperan mengontrol pelepasan asam borat agar tetap efektif namun tidak merusak sel tubuh.

Uji laboratorium menunjukkan membran efektif membunuh Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, bakteri yang umum ditemukan pada infeksi luka. Hasil observasi menunjukkan banyak bakteri mati setelah interaksi dengan membran PVA-BA-CNF.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....