Cara Membangun Komunikasi Keluarga
- 25 Apr 2026 16:13 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan- Mengutip akun resmi media sosial Kemendugbangga/BKKBN, komunikasi bukan sekadar perintah tetapi membangun koneksi. Melalui komunikasi yang empatik dan asertif, dapat ditanamkan nilai tanggung jawab dalam setiap tindakan digital anak.
Menurut Kemendugbangga/BKKBN, cara membangun komunikasi keluarga yaitu;
1. Bentuk kepercayaan
Jangan buat anak takut bercerita, bangunlah rasa percaya agar anak merasa aman untuk melapor atau berbagi cerita jika mereka mengalami hal yang tidak nyaman di dunia digital.
Dengarkan cerita anak tentang game, media sosial, atau tren yang sedang mereka ikuti tanpa langsung menghakimi. Saat anak merasa dihargai, mereka akan lebih terbuka untuk berbagi pengalaman baik maupun yang berisiko.
2. Gunakan komunikasi yang empatik dan asertif
Orang tua perlu berkomunikasi secara empatik dengan memahami perasaan anak namun tetap asertif, yakni menyampaikan aturan dengan jelas tanpa amarah.
Misalnya, saat waktu bermain gawai sudah habis, sampaikan dengan tenang bahwa Anda paham mereka sedang seru bermain, namun tegaskan waktu istirahat yang sudah disepakati. Pendekatan ini membantu anak memahami batasan tanpa mereka disalahkan atau disudutkan.
3. Ajarkan anak untuk bertanggungjawab di internet
Gunakan percakapan sehari-hari untuk menanamkan nilai bahwa setiap tindakan digital punya dampak nyata.
Ajarkan anak untuk selalu bersikap sopan saat berkomentar tidak menyebarkan gosip dan menghargai privasi orang lain. Biasakan anak untuk selalu bertanya pada diri sendiri sebelum bertindak. "Apakah ini baik, apakah ini pantas dan apakah ini bisa melukai perasaan orang lain".
Kemendugbangga/BKKBN mengajak masyarakat Indonesia menjadikan rumah sebagai tempat paling aman bagi anak untuk bercerita tentang dunia digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....