BRIN: Nyamplung, Tanaman Serbaguna untuk Restorasi Lahan dan Ekonomi Sirkular

  • 31 Mar 2026 17:41 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum) tidak hanya berpotensi sebagai sumber bioenergi, tetapi juga menjadi solusi restorasi lahan kritis dan penerapan konsep zero waste atau tanpa limbah. BRIN menyebut hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan.

Nyamplung mampu tumbuh subur di lahan marginal, termasuk lahan gambut terdegradasi dan lahan eks kebakaran. Tanaman ini ideal untuk rehabilitasi lahan kritis dengan produktivitas yang dapat bertahan hingga 50 tahun.

Profesor Riset bidang Genetika dan Pemuliaan Tanaman Hutan BRIN, Prof. Budi Leksono, menegaskan bahwa studi serapan karbon nyamplung dalam biomassa cukup tinggi. “Pengembangan tanaman nyamplung sangat mendukung restorasi lahan dan memacu target penurunan emisi karbon (net zero emission),” ujarnya.

Konsep zero waste diterapkan melalui pemanfaatan seluruh bagian tanaman. Cangkang biji dapat diolah menjadi arang aktif, briket, pelet ramah lingkungan, dan asap cair. Bungkil hasil pres biji dapat dijadikan pakan ternak tinggi protein. Sementara resin dan gliserol dari limbah minyaknya dimanfaatkan untuk kosmetik dan obat alami.

Hampir seluruh bagian nyamplung dapat dimanfaatkan, terutama bijinya yang diolah menjadi biodiesel dan bioavtur. Tanaman ini menjadi contoh sempurna bagaimana sumber daya alam dapat dikelola secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....