Nyamplung, Tanaman Hutan Indonesia yang Berpotensi Jadi Bioavtur dan Biodiesel

  • 31 Mar 2026 17:40 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap potensi besar tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber bioenergi ramah lingkungan. Tanaman ini mampu menghasilkan biodiesel dan bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang dapat mendukung kemandirian energi nasional.

Nyamplung memiliki keunggulan dari sisi produktivitas. Biji nyamplung dari hutan alam memiliki rendemen minyak mentah atau crude oil tinggi, mencapai 37 hingga 58 persen, dan dapat meningkat hingga 74 persen melalui seleksi pohon unggul. Crude oil tersebut selanjutnya diolah menjadi biodiesel dan biokerosin.

Profesor Riset bidang Genetika dan Pemuliaan Tanaman Hutan BRIN, Prof. Budi Leksono, menjelaskan bahwa riset dan inovasi nyamplung terus berjalan untuk memaksimalkan potensinya sebagai spesies alternatif energi terbarukan.

“Selain sudah terbukti untuk biodiesel, dalam skala laboratorium nyamplung juga telah berhasil diolah menjadi bioavtur (SAF/Sustainable Aviation Fuel). Saat ini penanaman nyamplung dalam skala industri sedang dikembangkan untuk mendukung kemandirian energi dan kebutuhan biofuel global di masa mendatang,” ujar Prof. Budi.

Tanaman ini tumbuh subur di lahan mineral hingga ketinggian 300 meter dan toleran pada lahan marginal. Tingginya dapat mencapai 25 meter dan produktif hingga 50 tahun. Akar nyamplung yang kuat juga berfungsi mencegah erosi dan menjaga ekosistem pesisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....