Turunan Plastik PET Jadi Pendukung Terapi Kanker, BRIN Uji Skala Laboratorium

  • 31 Mar 2026 16:19 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Plastik PET yang biasa dipakai untuk botol minuman memiliki potensi besar di bidang kesehatan. BRIN mengolah limbah PET melalui depolimerisasi menjadi bahan pendukung terapi kanker. Struktur tereftalat yang dihasilkan telah digunakan dalam berbagai obat komersial.

Periset BRIN Betty Alfirizky Kustiana mengatakan senyawa turunan PET sangat menjanjikan. “Tim periset berhasil mensintesis beberapa turunan asam tereftalat dengan rendemen lebih dari 80 persen,” tulisnya. Riset ini masih pada skala laboratorium.

Proses depolimerisasi mengubah polimer PET menjadi monomer tereftalat. Monomer ini menjadi kerangka dasar pengembangan senyawa antikanker. Beberapa kandidat obat antikanker masih berada pada tahap pra-klinis dan uji klinis.

Akun resmi BRIN menyebutkan bahwa tingginya penggunaan plastik PET tidak diimbangi pengelolaan limbah yang optimal. Namun, melalui riset ini, sampah PET tetap dapat dimanfaatkan. Limbah plastik memiliki nilai guna dalam siklus yang lebih panjang.

Riset akan dilanjutkan ke tahap scale up dengan kapasitas bahan baku PET yang lebih besar. Tujuannya menguji konsistensi proses dan potensi penerapan secara luas. Jika berhasil, Indonesia bisa memproduksi bahan baku obat dari limbah.

Saat ini, struktur tereftalat telah banyak digunakan dalam obat komersial. Dengan inovasi BRIN, limbah plastik lokal bisa menjadi sumber senyawa tersebut. Ini mendukung kemandirian riset dan pengembangan bahan baku obat nasional.

Masyarakat diimbau tetap memilah sampah plastik PET. Meskipun belum diproduksi massal, potensi besar ini membutuhkan dukungan semua pihak. Limbah plastik bukan akhir, tetapi awal dari kehidupan baru melawan kanker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....