Limbah Plastik PET Jadi Bahan Baku Obat, BRIN Dorong Ekonomi Sirkular
- 31 Mar 2026 16:15 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Limbah plastik PET yang selama ini mencemari lingkungan ternyata bernilai ekonomi tinggi. BRIN mengembangkan depolimerisasi untuk mengolahnya menjadi senyawa pendukung terapi kanker. Ini memperkuat implementasi ekonomi sirkular nasional.
Periset Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Betty Alfirizky Kustiana, mengatakan limbah PET masih memiliki nilai guna. “Dalam siklus pemanfaatan yang lebih panjang,” tulisnya dalam unggahan BRIN. Plastik tidak lagi sekadar sampah.
Proses depolimerisasi memutus rantai polimer PET menjadi monomer tereftalat. Struktur ini menjadi kerangka dasar pengembangan senyawa antikanker. Dengan rendemen lebih dari 80 persen di skala laboratorium, riset ini menjanjikan.
Akun resmi BRIN menyebutkan bahwa pengelolaan limbah PET selama ini tidak optimal. Sampah menumpuk karena sulit terurai alami. Tim periset BRIN berhasil mensintesis beberapa turunan asam tereftalat. Riset akan dilanjutkan ke tahap scale up dengan kapasitas lebih besar. Tujuannya menguji konsistensi proses dan potensi penerapan luas.
Limbah plastik PET yang sehari-hari ditemukan pada botol minuman kini tidak lagi menjadi musuh lingkungan. Ekonomi sirkular mengubah sampah menjadi sumber daya. BRIN berharap industri obat mulai melirik inovasi ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....