Sulawesi-Maluku Berisiko Banjir saat Kemarau, Karhutla Ancam Sumatra-Kalimantan

  • 31 Mar 2026 16:07 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Dampak “Godzilla” El Niño dan IOD Positif tidak seragam di Indonesia. Di selatan, kekeringan ekstrem. Namun di timur laut, seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku, justru curah hujan tetap tinggi bahkan berpotensi banjir.

Periset BRIN Prof. Erma Yulihastin menjelaskan, fenomena ini pernah terjadi pada 2023. “Pemerintah harus menyiapkan strategi menangani kelebihan curah hujan di wilayah timur,” ujarnya. Banjir dan longsor bisa terjadi di saat daerah lain kering.

Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Sumatra dan Kalimantan. Meskipun bagian utara kedua pulau masih mendapat hujan, potensi kebakaran tetap ada. Mitigasi karhutla harus digencarkan sejak awal musim kemarau.

BRIN juga merekomendasikan optimalisasi produksi garam di selatan Indonesia. Kondisi kering justru menguntungkan petani garam di Nusa Tenggara. Target swasembada garam 2026–2027 bisa tercapai jika cuaca mendukung.

Masyarakat di Sulawesi dan Maluku diminta tidak lengah karena hujan masih turun. Sementara di Sumatra dan Kalimantan, larangan membakar lahan harus ditegakkan. El Niño Godzilla mengajarkan bahwa perubahan iklim membuat pola cuaca makin tak terduga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....