Kemarau 2026 Picu Upwelling, Laut Indonesia Dapat Pupuk Alami

  • 29 Mar 2026 22:03 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih cepat, mulai April. Di darat, kekeringan mengancam panen. Namun di laut, justru terjadi fenomena upwelling yang menyuburkan perairan.

Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo S. Pranowo, menjelaskan angin timuran menguat saat kemarau. Angin mendorong air permukaan menjauh dari pantai. “Air laut dalam yang dingin dan kaya nutrisi naik ke atas,” ujarnya.

Air dalam itu mengandung nitrat dan fosfat. Begitu sampai permukaan dan terkena sinar matahari, nutrisi menjadi makanan fitoplankton. Proses ini seperti “laut dipupuk alami”.

Upwelling di selatan Jawa memiliki karakter khas bernama RATU (Semi-permanent Java Coastal Upwelling). Fenomena ini rutin terjadi setiap kemarau. Namun tahun 2026 datang lebih awal karena dinamika atmosfer.

Puncak upwelling diprediksi terjadi pada Juli–Agustus 2026. Fitoplankton mulai tumbuh sejak April–Mei, lalu meningkat di Juni. Konsentrasi klorofil akan mencapai level tertinggi di bulan puncak kemarau.

Fenomena ini menunjukkan hubungan erat antara iklim darat dan laut. Saat darat mengalami tekanan, laut justru memberi harapan. BRIN terus memantau perkembangan upwelling untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....