Wadah Pelepah Pinang Terurai Seminggu, Atasi Sampah Plastik
- 29 Mar 2026 21:16 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah tiap tahun. Sebagian besar adalah plastik sekali pakai yang sulit terurai. BRIN menawarkan solusi wadah makan dari pelepah pinang.
Tim periset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN mengubah serat tumbuhan menjadi kemasan ramah lingkungan. “Pelepah pinang yang selama ini jadi limbah kebun kini bisa jadi solusi,” tulis akun resmi BRIN. Inovasi ini sekaligus mengurangi dua masalah sekaligus.
Wadah ini terbuat dari serat pelepah pinang yang diperkuat kitosan dari limbah laut. Kitosan berasal dari kulit udang dan tulang ikan. Dengan demikian, produk ini benar-benar berbasis limbah.
Keunggulan utamanya adalah ramah lingkungan karena terurai dalam waktu sekitar satu minggu. Selain itu, wadah ini aman karena tidak menyebabkan migrasi bahan kimia. Harganya pun lebih murah karena bahan baku dari limbah.
Periset BRIN, Sukma Surya Kusumah, mengatakan inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tumpukan plastik. “Kami juga melihat melimpahnya pelepah pinang yang belum dimanfaatkan optimal,” ujarnya. Ia berharap produk ini bisa menggantikan kemasan plastik konvensional.
BRIN telah bekerja sama dengan PT Jentera Garda Futura untuk memproduksi wadah tersebut. Produk kini sudah dipasarkan secara online di Jakarta, Bandung, dan Bali. Pemerintah daerah setempat diminta mendukung distribusi lebih luas.
Pengamat lingkungan dari Universitas Indonesia, Rina Kusuma, mengapresiasi langkah ini. “Ini contoh nyata ekonomi sirkular yang bisa ditiru daerah lain,” katanya. Ia menambahkan bahwa dukungan insentif bagi industri kecil sangat diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....