Teknologi Satelit Jadi Kebutuhan Strategis Indonesia
- 29 Mar 2026 18:20 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi, menegaskan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan teknologi antariksa kebutuhan strategis dalam pembangunan nasional. Hal itu disampaikannya dalam kolokium di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Kabupaten Bogor, belum lama ini.
Wahyudi menjelaskan, tanpa dukungan teknologi satelit, berbagai aspek akan sulit diwujudkan. Mulai dari komunikasi, pengelolaan sumber daya alam, hingga penguatan ketahanan nasional. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau.Sejak mengoperasikan satelit domestik pertama pada 1976, Indonesia terus memanfaatkan teknologi antariksa. Penggunaannya untuk telekomunikasi, pengamatan bumi, navigasi, serta pemantauan cuaca dan iklim.
| Baca juga: Sering Pakai AI tapi Tak Tahu Bedanya |
Data satelit digunakan secara luas hingga saat ini. Antara lain untuk perencanaan infrastruktur, pengelolaan tata guna lahan, mitigasi bencana, dan pengawasan wilayah maritim. Sektor pertahanan, kesehatan, dan pendidikan juga turut terbantu.
Dalam pengembangan keantariksaan nasional, aplikasi teknologi satelit menjadi elemen utama. Fungsinya mencakup komunikasi, penginderaan jauh, navigasi, dan sains. Model pengembangan satelit pun terus bergeser. Dari misi berbasis riset menuju pemanfaatan komersial. Satelit juga dioperasikan secara konstelasi agar cakupan layanan lebih luas.
Wahyudi menambahkan, satelit dirancang untuk menjawab kebutuhan nasional yang spesifik. Contohnya pemantauan bencana, pengawasan wilayah maritim, dan penilaian sektor pertanian. “Dengan demikian, data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan lintas sektor untuk mendukung pembangunan nasional,” ujar Wahyudi.
Kolaborasi internasional memungkinkan berbagi biaya sekaligus transfer keahlian teknis. Keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset dalam negeri terus didorong untuk membangun kapasitas sumber daya manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....