SD Sang Pencerah Metro Perkuat Pendidikan Inklusi
- 11 Jul 2026 18:18 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Bandarlampung - SD Sang Pencerah Metro berkomitmen memperkuat layanan pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui penerapan tiga pilar inklusi yang komprehensif. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap semakin kompleksnya hambatan psikologis dan belajar yang dihadapi siswa saat ini, mulai dari ADHD hingga spektrum autisme.
Psikolog Junaidi, dalam kegiatan In House Training (IHT) di Aula Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro, menegaskan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar menempatkan ABK di kelas reguler.
"Pendidikan inklusi bukan sekadar memaksa ABK ikut dalam pendidikan reguler. Tapi juga harus menuntut kurikulum dan sekolah yang beradaptasi dengan kebutuhan individu anak yang beragam, bukan sebaliknya," Ujarnya. 11 Juli 2026
Ia mengatakan tiga pilar inklusi yang ditekankan meliputi kolaborasi antara guru, orang tua, dan tenaga ahli, penyediaan akses yang setara bagi setiap anak, serta pembangunan empati di lingkungan sekolah guna mencegah isolasi sosial.
| Baca juga: Wali Kota Metro Serahkan Kunci Rumah Baru |
Junaidi juga mengingatkan pentingnya menempatkan terapi sebagai fondasi utama sebelum anak memasuki jenjang sekolah formal agar kesiapan psikologis dan motorik mereka terbentuk dengan baik.
Ia menambahkan kegiatan IHT ini menjadi momentum bagi para Guru Pendamping Khusus (GPK) di SD Sang Pencerah untuk meningkatkan kompetensi dalam menangani hambatan multikompleks.
Ia berharap melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik dan keterlibatan aktif semua pihak, SD Sang Pencerah dapat menciptakan ekosistem belajar yang ramah bagi seluruh anak. Dengan kurikulum yang adaptif, diharapkan setiap siswa, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....