PMK Berdampak Besar terhadap Ekonomi Peternak
- 07 Mei 2026 14:30 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan — Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) memberikan dampak besar terhadap ekonomi peternak dan pedagang hewan. Kondisi tersebut terjadi ketika wabah mulai menyerang ternak masyarakat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Way Kanan, Anik Eko Budiati, mengatakan harga jual sapi menurun saat PMK merebak. Penurunan harga sangat dirasakan para peternak.
Menurut Anik, penjualan ternak juga harus disertai surat keterangan sehat dari petugas berwenang. Surat tersebut diterbitkan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.
“Jika ingin menjual sapi harus dilengkapi surat keterangan sehat,” ujar Anik Eko Budiati, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dampak PMK tidak hanya dirasakan peternak dan pedagang hewan. Sektor transportasi hingga rumah potong turut terdampak.
Kondisi itu terjadi karena jumlah hewan sehat yang dapat diperdagangkan semakin berkurang. Akibatnya, aktivitas ekonomi ikut menurun.
Selain itu, penjualan pakan ternak juga mengalami dampak akibat wabah PMK. Permintaan pasar cenderung menurun selama penyebaran penyakit berlangsung.
“Kepercayaan masyarakat pasar juga menurun terhadap produk daging,” katanya.
Anik menambahkan, masyarakat mulai ragu membeli produk hewan saat wabah PMK meningkat. Karena itu, pencegahan dan pengawasan terus diperkuat pemerintah daerah.
Dinas TPHP Way Kanan mengimbau peternak meningkatkan kewaspadaan terhadap PMK. Langkah pencegahan dinilai penting menjaga stabilitas ekonomi peternakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....