Mengapa Bibit Mati setelah Ditanam? Ini Lima Penyebab Utama Menurut Kementan
- 31 Mar 2026 16:35 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan – Kementerian Pertanian mengungkap lima penyebab utama bibit tanaman mati atau tidak tumbuh dengan baik setelah ditanam. Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting agar petani dapat melakukan antisipasi dan penyulaman tepat waktu.
Berdasarkan informasi dari laman Kementerian Pertanian, penyebab pertama adalah tenaga pekerja yang tidak terampil dan tidak hati-hati sehingga benih menempel di plastik mulsa dan mati saat ditanam. Kedua, bibit yang ditanam tidak menyatu dengan tanah karena adanya rongga berisi udara panas yang membuat sistem akar tanaman mati.
Penyebab ketiga adalah adanya perubahan iklim mikro dari pembibitan ke lahan yang lebih panas. Keempat, bibit terserang ulat tanah, gangsir, dan penyakit rebah kecambah. Kelima, kadar air tinggi di lahan bedengan yang membuat pertumbuhan biji kurang adaptif dan menyebabkan akar mudah busuk.
“Pada penyulaman tanaman, bibit-bibit yang sudah mati harus segera diganti atau disulam dengan bibit baru agar pertumbuhannya seragam,” demikian pernyataan Kementerian Pertanian.
Para petani disarankan mengontrol perkembangan bibit pada minggu pertama dan kedua setelah penanaman. Penyulaman yang dilakukan tepat waktu dapat mencegah penurunan produktivitas lahan akibat bibit yang tidak tumbuh optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....