Kawasan Transmigrasi Way Tuba Siapkan Sentra Olahan Lele Bernilai Ekonomi
- 13 Sep 2026 10:34 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID, Way Kanan - Kawasan Transmigrasi Way Tuba di Kabupaten Way Kanan kini tengah bersiap menjadi sentra baru penghasil olahan ikan lele. Sebanyak 30 warga yang berasal dari Kampung Ramsai, Bandar Sari, dan Suma Mukti mengikuti pelatihan hilirisasi produk untuk menyulap potensi perikanan lokal menjadi aneka makanan bernilai ekonomi tinggi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mengolah ikan lele menjadi berbagai produk turunan yang diminati pasar. Pemilihan komoditas ini didasari oleh tingginya permintaan sekaligus melimpahnya potensi lele di ketiga kampung asal peserta.
Lebih dari sekadar kelas memasak, pelatihan ini menekankan pada optimalisasi pemanfaatan ikan lele agar meminimalisasi sisa terbuang sehingga margin keuntungan ekonomi yang dihasilkan masyarakat bisa semakin besar.
Beberapa produk olahan bernilai tambah yang berhasil diciptakan oleh peserta antara lain, Kerupuk lele, Nugget, Bakso dan Sempol, Abon, dan Rengginang.
Dampak nyata dari pelatihan ini pun langsung terlihat. Para peserta tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga telah membangun fondasi usaha yang legal.
Saat ini, sebanyak 3 Nomor Induk Berusaha (NIB) milik peserta telah resmi terbit, sementara 3 legalitas PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan Sertifikat Halal tengah dalam proses pengurusan.
Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama Resma, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Transmigrasi, khususnya Balai Pelatihan Transmigrasi Pekanbaru (Provinsi Riau) yang menaungi wilayah Sumatera, atas terselenggaranya program ini.
"Program hilirisasi ini memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi modal bagi pelaku UMKM, khususnya masyarakat transmigrasi. Ini adalah langkah konkret untuk memberikan nilai tambah pada hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan demi meningkatkan pendapatan warga," ujar Hendrik, Minggu 13 September 2026.
Hendrik menambahkan, keunggulan dari program Balai Pelatihan Pekanbaru ini adalah pendampingan yang komprehensif dari hulu ke hilir. Peserta diedukasi mengenai nilai gizi, cara pengolahan yang higienis, hingga diberikan kemudahan serta pengawalan dalam mengurus izin usaha seperti NIB.
Tidak berhenti pada perizinan, target selanjutnya yang akan dicapai oleh kelompok penerima pelatihan adalah ekspansi pasar. Pemerintah kampung dan pihak penyelenggara tengah menyiapkan strategi pemasaran berbasis digitalisasi.
"Harapannya, kelompok mampu memasarkan produk di dunia digital sehingga olahan dari Way Tuba bisa menjangkau pemasaran yang jauh lebih luas," ucap Hendrik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....