Peran Laboratorium dalam Sadar Pangan Aman Bagi UKM Pangan Olahan

  • 18 Jun 2026 19:00 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID,Way Kanan:Bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pangan olahan, jaminan keamanan pangan bukan lagi sekadar opsi, melainkan syarat mutlak untuk bertahan di pasar. Banyak pelaku UKM menganggap pengujian laboratorium hanya untuk usaha skala besar. Padahal, laboratorium adalah mitra strategis yang membantu UKM naik kelas sekaligus melindungi konsumen.

Dikutip dari laman BADAN POM peran laboratorium dapat membangun kesadaran pangan aman dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UKM.

Mengapa UKM Pangan Olahan Membutuhkan Laboratorium?
Keamanan pangan tidak bisa hanya dilihat dari kasat mata atau dicicipi. Kontaminasi berbahaya sering kali tidak terlihat dan tidak berbau. Di sinilah peran penting pengujian laboratorium untuk mendeteksi:
  • Cemaran Mikroba: Menguji keberadaan bakteri patogen seperti Salmonella, E. coli, atau kapang yang bisa menyebabkan keracunan makanan.
  • Cemaran Kimia: Memastikan produk bebas dari logam berat berbahaya (timbal, merkuri) atau residu pestisipasi.
  • Penyalahgunaan Bahan Berbahaya: Membuktikan bahwa produk tidak mengandung bahan kimia terlarang seperti formalin, boraks, atau pewarna tekstil (Rhodamin B).

Peran Strategis Laboratorium bagi UKM:
1. Memenuhi Syarat Legalitas dan Perizinan
Untuk mendapatkan Izin Edar BPOM (MD) atau sertifikasi keamanan pangan lainnya, hasil uji laboratorium yang akurat dari lembaga terakreditasi adalah dokumen wajib. Tanpa hasil uji ini, produk UKM tidak dapat diedarkan secara legal di toko modern atau pasar swalayan
.
2. Menentukan Masa Kedaluwarsa (Shelf Life) yang Akurat
Banyak UKM menebak-nebak tanggal kedaluwarsa produk mereka. Melalui uji stabilitas di laboratorium, UKM bisa mengetahui dengan pasti berapa lama produk mereka layak dikonsumsi. Hal ini penting untuk mencegah kerugian akibat barang retur atau komplain konsumen.

3. Dasar Pembuatan Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)
Kesadaran konsumen akan kesehatan saat ini sangat tinggi. Laboratorium membantu UKM menganalisis kandungan kalori, lemak, protein, karbohidrat, dan natrium. Data ini menjadi dasar pencantuman tabel Informasi Nilai Gizi pada kemasan, yang membuat produk terlihat lebih profesional dan tepercaya.

4. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen dan Daya Saing
Saat UKM berani menampilkan atau menjamin bahwa produknya telah lolos uji laboratorium, nilai jual produk tersebut otomatis meningkat. Konsumen tidak akan ragu membeli karena tahu produk tersebut diproduksi dengan prinsip pangan aman.

Langkah Praktis UKM Memanfaatkan Laboratorium
Melakukan pengujian laboratorium tidak sesulit dan semahal yang dibayangkan. Berikut langkah yang bisa diambil oleh pemilik UKM:
  • Identifikasi Jenis Uji: Sesuaikan kebutuhan uji (misal: uji mikrobiologi untuk sambal botolan, uji kadar air untuk keripik).
  • Gunakan Laboratorium Terakreditasi: Pastikan memilih laboratorium yang sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) agar hasilnya diakui oleh BPOM dan instansi terkait.
  • Manfaatkan Fasilitasi Pemerintah: Banyak dinas koperasi/UKM, dinas kesehatan, atau institusi seperti BPOM yang menyediakan program fasilitasi uji laboratorium gratis atau bersubsidi khusus untuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Sadar pangan aman melalui pengujian laboratorium adalah investasi jangka panjang. Dengan memastikan produk bebas dari cemaran, UKM tidak hanya melindungi kesehatan masyarakat tetapi juga membangun fondasi bisnis yang kuat untuk menembus pasar nasional hingga internasional.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....