Ritual Ogoh-ogoh Bali Syadhar Simbol Peleburan Sifat Buruk

  • 21 Mar 2026 23:14 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka, masyarakat Bali menggelar berbagai rangkaian ritual ibadah sebagai bentuk penyucian diri.

Salah satu prosesi yang paling dinanti adalah ritual Pengerupukan yang ditandai dengan iring-iringan Ogoh-ogoh sebagai simbol peleburan sifat buruk manusia sebelum memasuki hari keheningan.

Tetua Adat di Kampung Bali Syadhar, Wayan Lameg, mengatakan, perwujudan Ogoh-ogoh yang menyeramkan menggambarkan sisi gelap dan kemarahan yang ada dalam diri setiap manusia.

Dirinya menambahkan, Ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni patung raksasa, melainkan representasi dari Bhuta Kala atau kekuatan alam semesta yang cenderung negatif.

Dirinya menambahkan bahwa pembakaran ini melambangkan pembersihan diri secara spiritual dengan Tujuan untuk menetralisir kekuatan negatif dan menghilangkan keburukan, sehingga saat fajar Nyepi tiba, kembali dalam keadaan suci dan bersih secara lahir batin

"Ogoh-ogoh merupakan bentuk visual dari kemarahan manusia dan segala keburukan yang kita miliki. Ini adalah cerminan sifat-sifat destruktif yang harus kita kendalikan," ujar Wayan Lameg, Rabu 18 Maret 2026.

Dirinya berharap, dengan serangkaian kegiatan dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat untuk fokus melaksanakan refleksi diri di hari Nyepi yang khidmat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....