Pelatihan Aplikasi Deteksi Dini Disleksia

  • 27 Agt 2026 10:01 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Bandarlampung — Dunia pendidikan inklusif di daerah terus menunjukkan kemajuan signifikan melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis riset mutakhir. Langkah inovatif ini dihadirkan guna membantu para pendidik mengenali potensi hambatan belajar pada anak sejak usia dini secara akurat.

Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo menjelaskan bahwa aplikasi inovatif ini dikembangkan untuk memudahkan guru dalam mengambil tindakan penanganan awal yang tepat.

"Melalui teknologi deteksi dini ini, tenaga pendidik dapat segera mengenali anak yang mengalami hambatan membaca sehingga penanganan atau intervensi psikososial bisa dilakukan lebih cepat," ujarnya. Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia mengatakan, inisiatif tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro. Kedua lembaga ini sukses menggelar program validasi serta pelatihan teknis penggunaan aplikasi deteksi dini disleksia bagi para guru.

Ia menambahkan, kegiatan pelatihan intensif tersebut diikuti oleh puluhan pendidik dari berbagai sekolah mitra dengan antusiasme yang tinggi. Para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara pengoperasian aplikasi digital yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi gejala disleksia pada siswa secara praktis.

Ia berharap program kolaboratif ini mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang ramah anak dan inklusif di sekolah-sekolah. Penggunaan instrumen berbasis aplikasi digital ini kelak diharapkan menjadi standar baru dalam mendukung keberhasilan belajar setiap peserta didik tanpa terkecuali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....