Kemenag RI Tegaskan Waktu Subuh Indonesia Sudah Akurat
- 20 Jan 2026 14:07 WIB
- Waykanan
RRI. CO. ID, Way Kanan - Akhir-akhir ini beredar cuplikan video podcast yang menyatakan waktu adzan subuh di Indonesia lebih cepat sekitar 30 menit.
Menanggapi hal itu, Kementerian Agama RI menjelaskan dengan mengutip kitab fikih waktu subuh dimulai saat fajar Sadiq, yaitu fajar sejati yang menandai waktu salat subuh.
Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu', waktu subuh adalah sejak terbitnya fajar Sadiq sampai terbitnya matahari.
Fajar Sadiq yaitu cahaya putih yang muncul secara horizontal diufuk timur menjelang pagi. Cahaya ini tidak hilang, justru semakin meluas dan terang seiring waktu.
Di Indonesia, waktu subuh ketika matahari berada di posisi -20 derajat dibawah ufuk. Standar -20 disepakati oleh tim falakiyah Kemenag RI yang beranggota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Informasi Geofasial (BIG), Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Universitas Islam seluruh Indonesia, pakar falak PBNU, Persis, PUI, Al-irsyad dan lainnya.
"Inilah yang menjadi dasar resmi jadwal salat di Indonesia. Dengan kolaborasi banyak pakar, waktu salat subuh sibuat seakurat mungkin. Jadwal subuh tidak dibuat sembarangan apalagi rekayasa," tegas Kemenag RI dalam uanggahannya.
Kemenag RI bersama peneliti juga melakukan pengamatan dan pengukuran fajar di berbagai titik di Indonesia. Hasilnya konsisten, fajar sadiq muncul pada kisaran -19 hingga -20 derajat.
Cahaya fajar juga dipengaruhi kondisi langit, polusi cahaya, cahaya zodiac, perbedaan intensitas fajar di wilayah tropis membuat hasil pengamatan kadang berbeda.
Oleh sebab itu, penentuan waktu subuh tidak hanya mengandalkan mata manusia tu tapi juga alat ukur otomatis, analisis kurva cahaya dan pencocokan dengan hisab.
Peneliti internasional menyarankan negara tropis menerapkan verifikasi lokal karena standar global tidak selalu cocok.
Indonesia memilih -20 derajat sebagai hasil ijtihad kolektif berdasarkan kondisi langit Indonesia, data observasi berulang dan pertimbangan kemaslahatan umat.
Sehingga, jadwal subuh Kemenag RI bukan rekayasa tetapi hasil proses panjang (observasi lapangan, kajian fikih dan penelitian astronomi).
"Diharapkan umat Islam di Indonesia tetap tenang, waktu salat subuh selama ini sudah berada pada waktu yang benar secara syar'i dan ilmiah," tulis Kemenag RI dalam unggahannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....