Manfaat Antioksidan Buah Sawo Bagi Penderita Diabetes
- 24 Apr 2025 17:42 WIB
- Waykanan
KBRN, Way Kanan: Dikutip dari jurnal program doktor farmasi Universitas Gajah Mada, Sawo (Manilkara zapota L.) dikenal sebagai sapodilla, adalah buah tropis dengan rasa manis dan daging buah berwarna coklat keemasan.
Sawo tidak hanya terkenal dengan rasa manisnya, tetapi juga mengandung banyak manfaat.
Kandungan bioaktif buah Sawo menunjukkan adanya glikosida sianogenik, senyawa fenolik, serta terpenoid (Yee and Shukkoor, 2019). Selain itu juga terdapat 3-O-asil-L-ramnosa, L-arabinosa, 3-O-asetil-D-metil galakturonat, metil 4-O-galoilklorogenat, asam 4-O-galoilklorogenat, metil klorogenat, dihidromirisetin, kuersitrin, mirisitrin, (+)-katekin, epikatekin, (+)-galokatekin, dan asam galat (Yee and Shukkoor, 2019;Fayek et al., 2012).
Di antara kandungan senyawa bioaktif dari daun dan buah Sawo yaitu flavonoid mampu secara efektif menghilangkan spesies oksigen reaktif dan menjadi antioksidan yang kuat. Sebagian besar flavonoid telah dilaporkan sebagai agen antidiabetes.
Saponin diketahui memiliki aktivitas antidiabetes dan telah diteliti sebelumnya. Penderita diabetes memerlukan asupan antioksidan dalam jumlah yang besar untuk mengurangi terbentuknya radikal bebas baru yang diakibatkan karena keadaan hiperglikemia.
Antioksidan dapat diperoleh dari asupan luar. Salah satu tanaman yang diidentifikasi sebagai sumber yang kaya akan antioksidan adalah tanaman Sawo (Manilkara zapota L.).
Selain itu pada daging buah sawo juga mengandung lemak, protein, vitamin A, B, dan C, mineral, besi, kalsium, fosfor dan asam folat (Kannan, Ramakrishnan and Kuppamuthu, 2013).
Kandungan kimia flavonoid dan polifenol mempunyai efek sebagai antioksidan yang dapat mengatasi stress oksidatif, meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta pankreas dan pengambilan kalsium serta menghambat penyerapan karbohidrat dalam saluran cerna (Tapas, Sakarkar and Kakde, 2008).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....