Lapas Way Kanan Optimalkan Lahan untuk Ketahanan Pangan

  • 25 Nov 2025 13:56 WIB
  •  Waykanan

KBRN, Way Kanan: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui program pembinaan kemandirian, Lapas Way Kanan sukses menggelar panen raya komoditas pertanian, yakni ubi kayu (mantang) dan terong ungu, di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (25/11/2025).

Kegiatan panen yang dilaksanakan di lahan produktif brandgang ini disambut antusias oleh jajaran petugas serta warga binaan yang terlibat langsung dalam proses budidaya.

Kepala Lapas Way Kanan, Riski Burhannudin, mengatakan panen raya ini adalah bukti nyata dari pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas dan sekaligus dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Panen ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. Pembinaan kemandirian melalui pertanian ini tidak hanya memberikan keterampilan berharga bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan bahan pangan,” kata Riski Burhannudin.

Dia menjelaskan keberhasilan panen ini merupakan indikator bahwa warga binaan memiliki potensi besar dan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Pemilihan tanaman mantang (ubi kayu) dan terong ungu didasarkan pada pertimbangan kemudahan budidaya dan nilai ekonomi yang stabil di pasaran.

Hasil panen ini memiliki dua fungsi utama yakni memenuhi kebutuhan dapur Lapas, sehingga mengurangi biaya operasional, dan dijual melalui koperasi warga binaan untuk menambah Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan meningkatkan kesejahteraan warga binaan.

Panen raya ini diharapkan menjadi pemicu motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar dan bekerja keras.

Lapas Way Kanan berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan yang bersifat produktif, inovatif, dan berdampak positif.

Tujuannya adalah membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat mereka manfaatkan sebagai modal saat kembali ke tengah masyarakat, mengubah masa pidana menjadi masa persiapan untuk masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....