Digitalisasi UMKM : Dari Lokal ke Global

  • 31 Okt 2025 11:15 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi denyut nadi ekonomi di Indonesia. Dengan perkembangan zaman di era digital saat ini, data menyatakan pelaku UMKM telah banyak yang memanfaatkan tekhnologi untuk mengembangkan usaha mereka, oleh karena itu perkembangan UMKM Semakin pesat.

Dalam Forum Diskusi Publik oleh Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi dan DPR RI menghadirkan Dr. Rulli Nasrullah, M.SI seorang Praktisi kehumasan & pakar budaya digital, dan Saprudin, S.E., M.Ak dosen STIE Jayakarta sebagai Pembicara pada forum diskusi yang bertajuk “ Digitalisasi UMKM”.

Dialog yang dibuka oleh Moderator, Gadis Basalamah,dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Priyanto, staf khusus ketua komisi I DPR RI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa UMKM dianggap sebagai roh ekonomi bangsa dan pilar ketahanan sosial ekonomi.

Dalam sesi pemaparan materi pertama Dr. RulIi menyampaikan tentang strategi digital marketing harus berfokus pada pengenalan konsumen dan platfrom yang tepat, konten media sosial jangan hanya berisi jualan, tetapi juga harus memberikan value, edukasi, dan informasi yang bermanfaat. Pelaku umkm dapat memanfaatkan berbagai aplikasi dan AI agent untuk membuat konten promosi, desain dan packaging yang profesional dengan baiay yang rendah.

Melalui Komdigi, pemerintah menyediakan platform yang menawarkan berbagai pelatihan gratis mengenai wirausaha dan UMKM lengkap dengan sertifikat, untuk meningkatkan soft skill pelaku usaha.

Menyambung penjelasan Dr. Rulli, Saprudin mengatakan bahwa UMKM berperan penting dalam menggerakan roda perekonomian daerah dan enciptakan pemerataan ekonomi, terutama dengan adanya marketplace yang memungkinkan pelaku usaha di daerah terpencil menjual produknya secara global. Ia menjelaskan definisi digitalisasi, adalah penggunaan tekhnologi digital untuk menyederhanakan, mempercepat dan meningkatkan efesiensi suatu kegiatan.

Ia juga menyampaikan bahwa penerapannya mencakup penggunaan E-commerce (Tokopedia, GoFood). Media sosial sebagai alat untuk promosi. Pembayaran digital seperti Qris, GoPay, Ovo dan aplikasi keuangan digital untuk pencatatan transaksi.

Dibalik kemajuan tekhnologi perkembangan digital, tentu ada tantangan yang dihadapi, tantangan utama yang dihadapi UMKM dalam digitalisasi adalah rendahnya literasi digital dan akses internet yang belum merata.

Untuk mempertahankan semangat, pelaku UMKM harus memiliki strategi pemasaran yang terukur dan konsisten. Narasumber menyarankan untuk mulai dengan langkah kecil, bekerja keras,dan meminta endorse dari orang terdekat sebagai pemasaran murah. Dengan adanya upaya kolektif ini, digitalisasi UMKM diharapkan dapat terus mendoron pemerataan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian nasional. (Zulfa/Maryam)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....