Model Produksi Sirkular: Pemanfaatan Kayu dan Plastik Bekas Untuk UMKM Lokal
- 08 Mei 2025 09:44 WIB
- Denpasar
KBRN, Jembrana: Memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus menanggulangi permasalahan lingkungan, sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jembrana Bali mengadopsi model produksi sirkular berbasis bahan baku terbarukan dan limbah botol plastik bekas.
Salah satu UMKM Rocke Handcraft, I Putu Edit Andi Pratama menyebut, beberapa bahan baku digunakan untuk garapan produk salah satunya kayu dan limbah botol plastik.
“Pengolahan bahan-bahan dari kayu dan limbah botol plastik kami gunakan sebagai hal utama untuk membentuk produk salah satunya jam tangan,” ujarnya (06/05/2025).
Andi menambahkan, penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam skala UMKM menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berskala industri besar. Justru, inisiatif lokal yang menggabungkan teknologi terapan dan kearifan lokal dapat menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis ekonomi.
Dalam proses produksi yang dilakukan dalam satu bulan dapat menghasilkan sekitar 200 pcs produk jam tangan.
“Produk kami hingga kini handmade atau proses produksi yang dilakukan masih manual, untuk patokan satu bulan memang kami targetkan mencapai 200pcs,” ucapnya.
Andi berharap melalui pengolahan kayu dan plastik bekas sebagai bahan baku utama, UMKM lokal kini tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang lestari dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....