Strategi Konten Kreatif Bawa Perhiasan Sunaka Jewelry Mendunia

  • 05 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Perubahan perilaku pasar dunia yang kini didominasi oleh transaksi daring (online), direspons cepat oleh pelaku industri kreatif kerajinan perak asal Celuk, Gianyar, Bali. Sunaka Jewelry mengambil langkah berani, dengan memigrasikan sistem penjualan konvensional mereka, ke dalam ekosistem digital demi menyasar konsumen internasional tanpa batas wilayah.

General Manager Sunaka Jewelry, I Kadek Astitiya, menjelaskan bahwa langkah transformasi ini didasarkan pada pemantauan data demografi digital yang akurat. Melalui data tersebut, mereka berhasil memetakan sebaran konsumen potensial secara real-time, yang mayoritas berada di rentang usia produktif.

Menurut Astitiya, dalam ranah digital kunci utama untuk memenangkan persaingan global bukan sekadar visual, melainkan kekuatan cerita (storytelling) pada setiap produk yang dilahirkan. "Digital itu tidak seperti konvensional, jadi sebagai produsen harus benar-benar punya suatu cerita di balik produk, sebagai salah satu kunci sukses bersaing di pasar global," ujar Astitiya saat berbincang dalam program siaran Teras UMKM di studio Pro 4 RRI Denpasar, Jum’at, 22 Mei 2026.

Untuk memenangkan "perang" digital tersebut, manajemen Sunaka Jewelry secara jeli memanfaatkan tren terkini, demi menjaga interaksi dengan para pengikut di media sosial. Mereka mengombinasikan promosi organik oleh tim internal, dengan strategi kolaborasi bersama pembuat konten (influencer) eksternal pada momen-momen strategis.

Di lini eksekusi, Divisi E-Commerce Sunaka Jewelry, I Komang Kartika, sukses menerjemahkan strategi tersebut, lewat pemanfaatan konten video pendek berbasis edukasi dan proses produksi. Langkah inovatif ini diambil untuk menjembatani keterbatasan ruang digital, agar calon konsumen luar daerah maupun mancanegara, tetap dapat melihat visualisasi produk secara riil dan interaktif, tanpa harus datang ke galeri fisik di Sukawati, Gianyar.

Transformasi media promosi dari sekadar foto produk statis menjadi video berdurasi pendek (multimedia tiga dimensi/reels) ini, terbukti mendongkrak trafik penjualan secara masif. "Kami setiap harinya posting selain produk, tentunya kita behind the scene pembuatan produknya juga kami informasikan, biar jadi pembelajaran juga buat teman-teman online," ungkap Komang Kartika.

Komang Kartika mengungkapkan, langkah adaptif ini terbukti ampuh menjaga eksistensi merek dagang mereka, di tengah gempuran produk perhiasan impor yang menawarkan keunggulan harga murah. Menariknya, ekosistem digital ini juga memudahkan manajemen dalam menyerap masukan dari pelanggan asing, yang menginginkan perpaduan desain modern tanpa menanggalkan identitas lokal Bali.

Sunaka Jewelry yang beralamat di Jalan Raya Celuk, Sukawati Gianyar, kini telah terintegrasi dengan berbagai platform lokapasar ternama seperti Shopee, Tokopedia, hingga website www.shopsunakajeweleryid.com, demi mempermudah transaksi. Menurut Komang Kartika Keberadaan ekosistem digital yang matang ini, sangat membantu memfasilitasi lonjakan permintaan pengiriman barang menuju Jakarta, pulau Jawa, hingga negara-negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Eropa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....