Antrean Panjang BBM Kembali Terjadi di Sejumlah SPBU Tolitoli

  • 18 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Antrian panjang kendaraan bermotor kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis (17/9/2026). Kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan memicu keluhan dari masyarakat.

Antrean didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang memanjang hingga ratusan meter ke badan jalan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Penumpukan kendaraan juga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU terganggu karena sebagian ruas jalan digunakan untuk mengantri.

Sejumlah pengendara mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, beberapa pengemudi memilih datang sejak subuh agar dapat berada di barisan depan sebelum layanan pengisian dibuka.

Kondisi tersendatnya distribusi dan ketersediaan BBM diduga menjadi salah satu faktor yang memicu panjangnya antrian. Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran transportasi.

Sudirman, salah seorang sopir angkutan kota sekaligus angkutan barang di Tolitoli, mengatakan antrean BBM turut memengaruhi pendapatan hariannya. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang harus tersita untuk menunggu giliran mengisi BBM.

"Sekarang ini penumpang tidak bisa lagi diharapkan, makanya kita sebagai sopir angkot harus pandai-pandai melihat situasi. Kalau ada barang, ya kita angkut, menyesuaikan saja penghasilan dengan biaya BBM karena susah antre di SPBU," ujar Sudirman kepada rri.co.id, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kondisi antrian yang berlangsung berjam-jam membuat para sopir harus menyesuaikan aktivitas dan pendapatan dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Ia berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar tidak semakin mengganggu mata pencaharian masyarakat.

Sudirman berharap pengelola SPBU, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat mengambil langkah konkret untuk mengurai antrian. Penambahan pasokan, pengawasan terhadap distribusi BBM, serta penertiban antrean kendaraan di badan jalan dinilai diperlukan agar mobilitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....