DLH Buol Pastikan Sampah Tebangan Pohon Tetap Diangkut

  • 05 Sep 2026 08:07 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Buol kembali menjadi perhatian masyarakat. Layanan pengangkutan sampah menjadi sorotan, terutama untuk sampah hasil pemangkasan maupun penebangan pohon yang tidak selalu segera diangkut petugas kebersihan. Keluhan itu disampaikan warga dalam program Halo RRI, Rabu, 2 September 2026.

Seorang warga Buol, Pasya, mempertanyakan kepastian layanan pengangkutan sampah di luar sampah rumah tangga. Menurutnya, sampah dari kegiatan pemangkasan atau penebangan pohon terkadang masih tertinggal setelah pekerjaan selesai. Tumpukan sisa ranting dan dahan pun dapat menjadi pemandangan yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Pasya menilai kondisi tersebut berpotensi memunculkan persoalan baru ketika sampah tidak segera mendapat penanganan. Sebagian warga, kata dia, dapat memilih membakar sampah sebagai jalan keluar karena menunggu terlalu lama. Pilihan itu justru dapat menimbulkan asap dan mencemari udara di sekitar permukiman.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buol, Moh. Syarif, memastikan petugas kebersihan tetap melakukan pengangkutan terhadap sampah selain sampah rumah tangga. Namun, waktu pengangkutan tidak selalu bertepatan dengan hari saat sampah dihasilkan atau laporan disampaikan. “Sampah selain sampah rumah tangga tetap kami angkut, hanya saja tidak selalu diangkut pada hari yang sama,” ujar Moh. Syarif.

Syarif juga menjelaskan penebangan pohon membutuhkan koordinasi dengan instansi atau pihak yang memiliki kewenangan, termasuk PLN. Hal itu diperlukan ketika posisi pohon berada di dekat jaringan kabel listrik. Dalam kondisi seperti itu, pemangkasan atau penebangan tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena keselamatan masyarakat dan petugas menjadi pertimbangan utama.

Di lapangan, persoalan sampah ibarat pekerjaan rumah yang membutuhkan tangan bersama. Pemerintah melalui DLH memiliki peran dalam menyediakan layanan pengangkutan, sementara masyarakat perlu memastikan sampah tidak dibuang atau dibakar sembarangan. Komunikasi antara warga dan petugas juga menjadi kunci agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti dengan lebih baik.

Pengelolaan sampah di Kabupaten Buol pada akhirnya membutuhkan sinergi yang berjalan seiring antara pemerintah dan masyarakat. Layanan pengangkutan yang teratur, koordinasi dalam kegiatan penebangan pohon, serta kesadaran warga menjaga lingkungan menjadi langkah penting untuk menciptakan kawasan yang bersih dan sehat. Dengan komunikasi yang terbuka, tumpukan sampah tidak semestinya menjadi masalah yang terus bergulir di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....