Sampah Plastik Laut Mengkhawatirkan, Perlu Aksi Nyata Bersama
- 09 Jun 2026 13:36 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Masalah sampah plastik di laut masih menjadi ancaman serius bagi lingkungan di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan perhatian dan langkah konkret dari berbagai pihak karena dampaknya yang terus mengancam ekosistem pesisir dan laut.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Peningkatan Kapasitas dan Data Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tengah Muh. Zainal Arief kepada RRI mengungkapkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah plastik di dunia. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera ditangani secara menyeluruh dari sumbernya.
Muh. Zainal mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 60 persen sampah plastik yang ditemukan di ekosistem laut berasal dari wilayah hulu atau daratan. Sampah-sampah tersebut terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut dan mencemari lingkungan perairan.
“Hampir 60 persen sampah plastik yang berada di ekosistem laut merupakan sumbangan dari hulu atau daratan,” ujar Muh. Zainal. Ia menambahkan bahwa ancaman sampah plastik menjadi semakin serius karena material tersebut sangat sulit terurai secara alami.
Menurutnya, keberadaan sampah plastik di laut tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kehidupan biota laut dan rantai ekosistem yang bergantung pada kebersihan perairan.
Sementara itu, Pengamat Lingkungan Tolitoli dari Bumikita Tolitoli Wiyatmoko kepada RRI menilai data yang disampaikan tersebut sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Ia mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai kegiatan dan aksi lingkungan, khususnya di kawasan pesisir dan laut, untuk mengurangi dampak pencemaran sampah plastik.
“Data yang disampaikan itu memang riil. Saat ini yang dibutuhkan adalah action plan yang nyata dari semua pihak,” kata Wiyatmoko. Ia berharap pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah agar pencemaran plastik di laut dapat ditekan secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....