Dinas Perikanan Buol Gencarkan Edukasi perlindungan Laut dari Sampah Plastik

  • 12 Jun 2026 13:44 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Dinas Perikanan Kabupaten Buol terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan ekosistem laut, khususnya dari ancaman sampah plastik yang dapat merusak lingkungan perairan dan mengganggu keberlangsungan hidup satwa laut dilindungi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Buol, Dr. Tonang Malongi, mengatakan edukasi dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian laut serta mengurangi berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan pesisir dan perairan.

Menurut Tonang, selain perlindungan terhadap satwa laut yang dilindungi, persoalan sampah plastik juga menjadi perhatian serius karena dampaknya yang semakin mengkhawatirkan terhadap ekosistem laut.

“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan laut dan melindungi satwa yang hidup di dalamnya. Upaya pelestarian tidak akan berhasil tanpa keterlibatan semua pihak,” ujar Tonang.

Ia menjelaskan, limbah plastik yang mencemari perairan dapat membahayakan berbagai biota laut, termasuk satwa dilindungi seperti penyu dan dugong yang kerap terdampak akibat pencemaran lingkungan laut.

Lebih lanjut, Tonang menegaskan bahwa pelestarian satwa laut merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, nelayan, pelaku usaha, hingga dunia pendidikan. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut secara efektif dan berkelanjutan.

“Perlindungan ekosistem laut harus menjadi gerakan bersama. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, keberadaan satwa laut yang dilindungi dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Dinas Perikanan Kabupaten Buol juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan laut dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menghindari aktivitas yang dapat mengancam kelangsungan hidup satwa dilindungi. Langkah sederhana tersebut diyakini mampu memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem laut di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....