Kemarau Melanda, Sejumlah Desa di Tolitoli Utara Kekeringan
- 31 Agt 2026 12:39 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli: Musim kemarau yang melanda Kabupaten Tolitoli dalam beberapa pekan terakhir mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah. Selain meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi cuaca panas juga menyebabkan sejumlah desa di Kecamatan Tolitoli Utara mengalami kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.
Camat Tolitoli Utara, Zulfahri, mengatakan cuaca panas dan minimnya curah hujan saat ini mulai berdampak terhadap sektor perkebunan dan persawahan yang dikelola masyarakat di sejumlah desa. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila kemarau berlangsung lebih lama, kekeringan dikhawatirkan semakin meluas.
“Dampak musim kemarau yang terjadi beberapa pekan terakhir juga dirasakan di wilayah Kecamatan Tolitoli Utara. Kekeringan mulai melanda perkebunan maupun persawahan milik warga di sejumlah desa,” ungkap Zulfahri kepada RRI.co.id, Selasa (25/8/2026).
Menurut Zulfahri, selain mengancam sektor pertanian, kondisi lahan yang kering juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan. Pada pekan sebelumnya, kebakaran sempat terjadi di lahan perkebunan cengkeh milik warga di Desa Pinjan. Beruntung, api dapat segera dikendalikan melalui kerja sama masyarakat sehingga tidak merembet ke perkebunan lainnya.
Ia menambahkan, kondisi lahan yang semakin kering dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api di area terbuka maupun sekitar lahan perkebunan.
Kekeringan juga menjadi ancaman bagi lahan persawahan yang hanya mengandalkan curah hujan. Salah satu wilayah yang berpotensi terdampak adalah Desa Timbolo, mengingat sebagian persawahan di wilayah tersebut merupakan sawah tadah hujan. Kondisi itu membuat keberlangsungan tanaman sangat bergantung pada ketersediaan air hujan.
Jika hujan tidak kunjung turun, persawahan tadah hujan berpotensi mengalami gagal panen yang pada akhirnya dapat memengaruhi pendapatan masyarakat. Di sisi lain, dampak kemarau juga mulai dirasakan pada ketersediaan air bersih. Berkurangnya debit air di bagian hulu sungai menyebabkan suplai air yang dialirkan kepada masyarakat melalui instalasi perpipaan ikut mengalami penurunan.
“Musim panas menyebabkan sumber air di hulu sungai berkurang sehingga suplai air kepada warga melalui instalasi perpipaan juga ikut berkurang,” jelas Zulfahri.
Menghadapi kondisi tersebut, Camat Tolitoli Utara mengimbau masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran di area terbuka tanpa pengawasan. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.
Zulfahri berharap masyarakat dapat menjaga lingkungan serta melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai dampak musim kemarau, termasuk kekeringan dan potensi karhutla. Kewaspadaan bersama diperlukan mengingat kondisi cuaca panas masih berpotensi terjadi di wilayah Tolitoli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....