Persiapan HUT RI ke-81 di Parigi Moutong Dimatangkan
- 05 Agt 2026 15:40 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mematangkan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2026. Berbagai rangkaian kegiatan telah disusun agar peringatan berlangsung khidmat, aman, dan meriah dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, serta instansi terkait.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Adrudin Nur, di Ruang Rapat Bupati Parigi Moutong, Selasa (4/8/2026). Rapat dihadiri unsur TNI, Polri, Lapas Kelas III Parigi, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Parigi, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah instansi lainnya.
Forum koordinasi itu bertujuan menyelaraskan pembagian tugas masing-masing instansi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menilai sinergi antar lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan keamanan selama pelaksanaan peringatan HUT RI.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Parigi Moutong, Adrudin Nur, menjelaskan rangkaian kegiatan akan diawali dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan tabur bunga di Pelabuhan Kelurahan Loji, pemberian remisi di Lapas Olaya, makan siang bersama di Lapas, upacara penurunan bendera, hingga malam ramah tamah.
"Untuk acara ini ada beberapa rangkaian kegiatan upacara. Yang pertama adalah upacara pengibaran bendera, kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di Pelabuhan Kelurahan Loji, pemberian remisi di Lapas Olaya, selanjutnya makan siang di Lapas, upacara penurunan bendera dan pada malam hari rangkaian ramah tamah," ujar Adrudin.
Dalam rapat tersebut juga diputuskan pembagian tugas petugas upacara antara TNI dan Polri. Tahun ini, Polri mendapat giliran menjadi petugas upacara pengibaran bendera pada pagi hari, sedangkan TNI bertanggung jawab pada upacara penurunan bendera sore hari. Pola tersebut merupakan sistem bergilir yang telah diterapkan setiap tahun.
"Kalau di setiap tahunnya pelaksanaan itu kita bergantian untuk petugas upacaranya. Kalau tahun kemarin pagi dilaksanakan oleh TNI, sore oleh Polri. Untuk tahun ini dibalik lagi. Pagi pelaksanaan dari Polri, kemudian untuk penurunan benderanya dari TNI," kata Adrudin.
Ia menambahkan kesiapan personel dari kedua institusi telah dipastikan, termasuk penetapan nama-nama petugas yang selanjutnya akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Parigi Moutong. "Untuk para petugasnya kami sudah meminta kesiapan dari Polri dan TNI. Nama-namanya sudah siap dan selanjutnya akan dibuatkan SK khusus untuk pelaksana upacara," ungkapnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Parigi Moutong juga akan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dijadwalkan menghadiri ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan Kecamatan Toribulu yang dirangkaikan dengan dzikir bersama masyarakat. Kegiatan tersebut diperkirakan diikuti sekitar 1.000 peserta sehingga aspek pengamanan, fasilitas, dan pengaturan peserta menjadi perhatian utama.
Pada malam harinya, kemeriahan peringatan kemerdekaan akan dilanjutkan dengan hiburan rakyat di Lapangan Tobue, Kecamatan Toribulu, yang menghadirkan artis ibu kota. Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Adrudin menegaskan, keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan sangat bergantung pada koordinasi yang baik antarinstansi. Menurutnya, pembagian tugas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong harus jelas agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipenuhi secara optimal.
"Yang paling penting adalah pembagian tugasnya harus jelas, sehingga pada saat pelaksanaan tidak ada lagi persoalan siapa yang menyiapkan fasilitas dan kebutuhan kegiatan. Harapan kita, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Karena itu, semua pihak harus mengambil peran sesuai tugas masing-masing," tegas Adrudin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....