BPBD Buol Pastikan Tak Ada Kerusakan akibat Gempa 6,7 SR

  • 18 Jun 2026 17:01 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) menyebabkan dampak signifikan di sejumlah daerah, seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Sejumlah bangunan milik warga maupun fasilitas pemerintah dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Meski getaran gempa turut dirasakan hingga Kabupaten Buol, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol memastikan tidak terdapat kerusakan bangunan maupun korban jiwa di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Kachfi Mardjuni, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh pemerintah desa di 11 kecamatan, tidak ditemukan adanya kerusakan pada bangunan milik masyarakat maupun pemerintah akibat gempa yang terjadi.

“Getaran gempa memang terasa hingga Kabupaten Buol, namun berdasarkan laporan dari seluruh kepala desa yang masuk ke BPBD, tidak ada kerusakan bangunan milik masyarakat maupun pemerintah di 11 kecamatan,” ujar kalak BPBD kabupaten Buol Kachfi Mardjuni kepada rri.co.id Rabu 17 Juni 2026

Menurutnya, BPBD Kabupaten Buol terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada saat terjadi bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisasi kepanikan sekaligus mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan saat keadaan darurat.

“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik ketika terjadi gempa maupun bencana lainnya. Yang terpenting adalah tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas,” katanya.

Untuk mempercepat penyampaian informasi kebencanaan, BPBD Kabupaten Buol juga telah membentuk grup komunikasi bernama SIMOINGGAT atau SICEPAT yang melibatkan berbagai stakeholder terkait di daerah. Sistem tersebut bertujuan mempercepat koordinasi dan penanganan apabila terjadi bencana.

“Melalui SIMOINGGAT atau SICEPAT, informasi dari lapangan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti. Dengan begitu, proses penanganan pascabencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Selain memperkuat sistem informasi, BPBD Kabupaten Buol juga menyiagakan Tim Kaji Cepat serta personel yang berjaga selama 24 jam di kantor BPBD guna memberikan respons segera apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Kabupaten Buol.

Kachfi mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah panik saat terjadi gempa bumi dan selalu mengutamakan keselamatan diri. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....